Kawan aku sayang kalian
"Kawwaaaann!!! Jangan lupakan akuuu!!!" kalimat itu terlempar saat acara perpisahan kelas 9 di sekolah ku. Kami berpelukan dan menangis dengan air mata bahagia, karena sesaat lalu kepala sekolah kita mengumumkan bahwa kita 100% lulus. Aku, Dewa, Narul, Rio, Chandra, dan Farizal saling berpelukan bersama dan mengucapkan kata kata perpisahan kita. Seluruh siswa pun sama. Tangisan bahagia menggema di seisi aula, alunan musik perpisahan terdengar perlahan lahan dari sound system di pojok ruangan aula. "Jangan lupakan aku kawan, semoga kelak kita akan bersama lagi" kataku dengan bibir yang bergetar. "Iya, aku gak bakal bisa ngelupa'in kamu dan kalian semuaa" sambung dewa perlahan. Kami menyatukan tangan di tengah tengah lingkaran persahabatan kita selama ini."ITS ALL ABOUT SOEPH!!!" teriak kami ber enam sambil mengepalkan tangan kami ke udara. Sambil bergandeng bahu, kita menuju kelas yang telah mempersatukan kita. Ya di kelas 9F, atau sering kita sebut SOEPH'.
Rio mengambil sebuah laptop dari tas punggungnya, dan meletakkannya di depan meja kelas. Narul meraih kabel LCD di komputer untuk disambungkan ke laptop Rio. Setelah semua persiapan selesai, kita akan dihadapkan dengan kenangan indah, buruk, menjengkelkan, kisah cinta di kelas ini dan semua hal tentang kita. Tampak semua teman sekelasku sudah duduk dengan rapi dan sangat memperhatikan layaknya menonton bioskop. Sesaat Rio menekan tombol enter yang artinya akan mulai menayangkan video tentang kenangan kita di kelas ini. Heningpun pecah alunan suara lagu So far away milik avenged sevenfold menyelimuti seisi kelas kita. Bagai ombak yang menyapu bibir pantai, semua terlarut dalam video yang sudah mulai muncul. Disana foto teman satu kelas pun mulai terpampang dari foto Achna yang absen pertama sampai dengan Christin yang absen terakhir. Canda tawa, tangis mengiris hati, seolah olah terkontaminasi dengan semangat yang masih tersisa dalam diri kita masing masing. Saat semua foto teman teman sekelas sudah selesai semua, dilanjutkan dengan foto foto kenangan kita saat di kelas. Foto pertama, ada foto ketua kelas kami Adit yang tengah mengadu cinta dengan pacarnya sekaligus sekertaris di kelas kami Nadia. Semua penghuni kelas pun ber pura pura batuk yang lebih tepatnya menyindir pasangan yang tengah berpegangan tangan itu. Di lanjutkan dengan foto foto gila aku dan kawan gilaku yang tengah menyantap mie ayam cokro dalam acara ulang tahun kawan kami Rio. Semua pun tertawa saat fotoku dengan sebuah bunga dari kertas yang menyelip di belahan telinga sebelah kananku yang terlihat seperti banci. Christin pun senyam senyum sendiri setelah foto kelompok dance mereka yang tampil dalam acara pentas seni di sekolah keluar. Ku lihat banyak diantara teman cewek di kelas pun mulai menumpahkan air matanya saat foto foto berganti dengan kebersamaan dan kekompakan yang telah kita jalani. Semua melirik ke arah Chandra yang kebetulan foto gilanya dengan memakai jam tangan yang sangat banyak dalam satu tangannya. Rizka pun tak kuasa menahan tertawanya saat mengingat hal itu. Ami tersipu malu ketika fotonya bersama boneka beruang yang begitu besar mulai muncul. Saat foto Farizal bersama Achna yang di hukum oleh Bu Rochayati karena terlambat mengikuti pelajaran semua tertawa sambil meledek mereka berdua. Entah berapa puluh foto yang telah terlewatkan, semua kenangan itu jelas membuat kita bangga dengan kebersamaan kita. Sampai pada foto terakhir berbentuk graffiti bertuliskan it's all about Soeph' karyaku dan dipadukan dengan gambar sayap kelelawar milik Dewa, semua pun tersenyum gembira dengan kekompakan kita selama ini.
Saat video Dewa yang sedang Push up ditembok yang dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat seperti push up yang sebagaimana mestinya, semua tertawa dan Dewa cuma bisa tersenyum sinis. Seluruh isi kelas kompak menutup telinga mereka dan tertawa saat video kawan Avenged SOEPH'fold yang tidak lain dan tidak bukan adalah Aku, Dewa, Narul, Rio, Chandra dan Farizal sedang belajar Nge-Band di studio musik. Kita hanya cengar cengir saja melihat itu. Mereka menganggap band yang kita buat adalah band abal abal, padahal kita menganggap ini begitu istimewa dan spesial. Bukan karena kualitasnya bukan karena tampang kami ini, tapi karena kebersamaan dan kekompakan kita!. Intan tertawa lepas saat video nge dancenya bersama Lifta, Rani, Danis dan Dwika di putar dalam layar LCD proyektor. Ku lihat Anisa dan teman temannya tersenyum saat melihat rekaman dirinya sedang bermain poker di pojok kelas. Achna dan Lifta yang duduk berdempetan tertawa bersama saat video Lifta yang menakuti Achna dengan berpura pura menjadi pocong tampak. Dilanjutkan dengan rekamanku saat mengejek Achna setelah kejadian itu dengan membuat pantun yang isinya mengejek pemain basket sehebat Achna maupun Chandra yang sama sama takut pocong. Semua tertawa puas. Farizal mulai tersenyum dan tertawa saat video dirinya waktu tertidur di kelas saat pelajaran fisika milik Pak Wandi sedang berlangsung yang sudah direkam menggunakan handycam milik Dewa. Saat video Dewa sedang kerokan dikelas dimana aku yang berperan sebagai pengerok punggung dewa yang saat itu sedang dilanda masuk angin akut, semua tertawa mengingat kejadian langka itu.
Semua kenangan itu memang sudah terekam sempurna dalam ingatan kita. Tapi? mungkinkah kita akan buka kenangan itu di lain hari?. Di masa depan?. Jika aku jadi kamu aku akan bilang : YA!.
Aku gak akan lupa Achna yang sangat tomboy dan tak pernah rapi dalam memakai seragam, Lifta yang sangat menggemari Spongebob, Anik dengan jaket merahnya yang selalu dibawa ketika sekolah, Anisa yang sering galau, Chandra yang tangannya pernah retak karena futsal, Dewa yang selalu beringkah aneh dan marah marah yang gak jelas, Dwika yang hyperaktif, Fanda yang pendiam, Farizal yang sering ketiduran di kelas, Ika yang sering dipanggil "Tante" dengan Dewa, Intan yang gak bisa diem, Kiki dengan kacamatanya, Icha yang bapaknya guru BK di sekolah, Falah yang sering di anggap Homo, Narul yang terkenal akan kedua gigi gingsul yang berbentuk seperti taring, Ami yang pemalu, Fandi yang jago komputer dan game, Rifqi yang ikut di kegiatan pramuka di sekolah, Mutiara yang tampak kekar seperti laki laki, Nadia dengan gaya tertawanya yang khas, Novi yang suka saltingkalau disinggung masalah Narul, Adit murid yang paling pandai dikelas, Rani yang suka sekali dengan anime Jepang, Rio si pengkoleksi film, Rizka yang selalu mengingatkanku buat belajar, Danis yang punya banyak masalah dengan sekolah karena kenakalannya, Christin yang sudah cinta mati dengan Korea.
Akhirnya layar LCD proyektor yang telah menampilkan semua kenangan kita telah menjadi putih polos karena semua video yang sudah ditampilkan sudah selesai dan gambar yang terakhir ku lihat adalah kalimat IT'S ALL ABOUT SOEPH' perlahan lahan mulai menghilang. Semua kenangan yang terekam mungkin akan berakhir pada rekaman di laptop milik Rio itu, Tapi semua kenangan kita, akan ku simpan dengan baik dan akan ku buka kembali saat aku dewasa, dan aku akan ceritakan masa masa indahku bersama kalian pada anak anakku kelak, aku akan mengajarkan kepada anakku bagaimana memilih teman yang baik seperti kalian. Aku tau kita akan menjalani masa masa dan kesibukan kita sendiri, dan kita akan meraih mimpi kita masing masing yang telah ditanam dalam diri kita. Sekali lagi aku tersenyum bangga setelah menyaksikan bagaimana dan apa yang terjadi pada kita saat 1 tahun yang sudah berlalu. Aku... tidak akan mungkin menemukan manusia seperti kalian lagi di dunia ini... Kalian itu Sahabat terbaik dalam mengejar mimpi, Teman terhebatku untuk dapat berdiri, Kawan yang asyik di ajak diskusi dan manusia manusia terbaik yang pernah ku temui di dunia ini. Mungkin kalimat ini terlihat lebay bagi kalian, tapi yang jelas aku jujur mengatakan ini. Aku tak peduli kau menganggapku apa!? Kawan atau lawan! Sahabat atau penghianat! itu terserah kalian!
Sesaat waktu seperti berhenti untuk memberi kesempatan pada kita untuk mengenang masa masa kebersamaan kita. Bagaimana tidak 1 tahun kita alami itu sama dengan 12 bulan, 48 minggu, 336 hari, 8.064 jam, 483.840 menit, dan 29.030.400 detik yang aku lewati bersama kamu, mereka, dan kita! Ku lihat semua orang yang berada dalam kelas yang akan ditinggalkan sebentar lagi ini sedang saling meminta maaf dan berterima kasih atas kesalahan dan kebersamaannya dalam 1 tahun yang terasa sangat singkat ini. Sekali lagi aku tersenyum kepada mereka, kulihat Dewa membalas senyumku, Chandra mengangguk sambil tersenyum, Farizal mengacungkan jempolnya sambil tersenyum, Narul tersenyum, Rio tersenyum, Christin tersenyum, Rizka mengikuti, dan semuanya tersenyum bangga atas kebersamaan dan kekompakan yang sudah terjalin. Kemudian 28 orang yang baik ini membuat sebuah lingkaran persahabatan dangan menggandeng tangan kawan yang berada di sampingnya, dan kemudian 28 kepalan tangan itu sudah berada di tengah tengah lingkaran persahabatan itu dengan mantapnya. "IT'S ALL ABOUT SOEPH'!!!" kita meneriakannya dengan perasaan bangga dan bahagia... kudengar Dewa mengatakan "Kawann... aku sayang kaliaaannn....!!!" dengan air mata yang masih berlinang di pelupuk matanya. Kami bernyanyi bersama dengan lagu Avenged Sevenfold yang berjudul So far away~
Never feared for anything
Never shamed but never free
A life that healed a broken heart with all that it could
Lived a life so endlessly
Saw beyond what others see
I tried to heal your broken heart with all that I could
Will you stay ?
Will you stay away forever ?
How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away
Plans of what our futures hold
Foolish lies of growing old
It seems we’re so invincible
The truth is so cold
A final song, a last request
A perfect chapter laid to rest
Now and then I try to find a place in my mind
Where you can stay
You can stay awake forever
How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away
Sleep tight, I’m not afraid
The ones that we love are here with me
Lay away a place for me
Cause as soon as I’m done I’ll be on my way
To live eternally
How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
And the light you left remains but it’s so hard to stay
When I have so much to say and you’re so far away
I love you
You were ready
The pain is strong enough despite
But I’ll see you
When He lets me
Your pain is gone, your hands are tied
So far away
And I need you to know
So far away
And I need you to
Need you to know
Dan kami akan menghadapi masa depan yang entah suram atau menyenangkan yang jelas itu adalah takdir kita!!!. Dan jika aku diberi kesempatan untuk mengucapkan sesuatu aku mau bilang : "Kawan aku sayang kalian dan jangan lupakan aku!" cukup itu.
apakah masih bisa kulihat senyuman itu nanti?? kuharap iya...
Rio mengambil sebuah laptop dari tas punggungnya, dan meletakkannya di depan meja kelas. Narul meraih kabel LCD di komputer untuk disambungkan ke laptop Rio. Setelah semua persiapan selesai, kita akan dihadapkan dengan kenangan indah, buruk, menjengkelkan, kisah cinta di kelas ini dan semua hal tentang kita. Tampak semua teman sekelasku sudah duduk dengan rapi dan sangat memperhatikan layaknya menonton bioskop. Sesaat Rio menekan tombol enter yang artinya akan mulai menayangkan video tentang kenangan kita di kelas ini. Heningpun pecah alunan suara lagu So far away milik avenged sevenfold menyelimuti seisi kelas kita. Bagai ombak yang menyapu bibir pantai, semua terlarut dalam video yang sudah mulai muncul. Disana foto teman satu kelas pun mulai terpampang dari foto Achna yang absen pertama sampai dengan Christin yang absen terakhir. Canda tawa, tangis mengiris hati, seolah olah terkontaminasi dengan semangat yang masih tersisa dalam diri kita masing masing. Saat semua foto teman teman sekelas sudah selesai semua, dilanjutkan dengan foto foto kenangan kita saat di kelas. Foto pertama, ada foto ketua kelas kami Adit yang tengah mengadu cinta dengan pacarnya sekaligus sekertaris di kelas kami Nadia. Semua penghuni kelas pun ber pura pura batuk yang lebih tepatnya menyindir pasangan yang tengah berpegangan tangan itu. Di lanjutkan dengan foto foto gila aku dan kawan gilaku yang tengah menyantap mie ayam cokro dalam acara ulang tahun kawan kami Rio. Semua pun tertawa saat fotoku dengan sebuah bunga dari kertas yang menyelip di belahan telinga sebelah kananku yang terlihat seperti banci. Christin pun senyam senyum sendiri setelah foto kelompok dance mereka yang tampil dalam acara pentas seni di sekolah keluar. Ku lihat banyak diantara teman cewek di kelas pun mulai menumpahkan air matanya saat foto foto berganti dengan kebersamaan dan kekompakan yang telah kita jalani. Semua melirik ke arah Chandra yang kebetulan foto gilanya dengan memakai jam tangan yang sangat banyak dalam satu tangannya. Rizka pun tak kuasa menahan tertawanya saat mengingat hal itu. Ami tersipu malu ketika fotonya bersama boneka beruang yang begitu besar mulai muncul. Saat foto Farizal bersama Achna yang di hukum oleh Bu Rochayati karena terlambat mengikuti pelajaran semua tertawa sambil meledek mereka berdua. Entah berapa puluh foto yang telah terlewatkan, semua kenangan itu jelas membuat kita bangga dengan kebersamaan kita. Sampai pada foto terakhir berbentuk graffiti bertuliskan it's all about Soeph' karyaku dan dipadukan dengan gambar sayap kelelawar milik Dewa, semua pun tersenyum gembira dengan kekompakan kita selama ini.
Saat video Dewa yang sedang Push up ditembok yang dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat seperti push up yang sebagaimana mestinya, semua tertawa dan Dewa cuma bisa tersenyum sinis. Seluruh isi kelas kompak menutup telinga mereka dan tertawa saat video kawan Avenged SOEPH'fold yang tidak lain dan tidak bukan adalah Aku, Dewa, Narul, Rio, Chandra dan Farizal sedang belajar Nge-Band di studio musik. Kita hanya cengar cengir saja melihat itu. Mereka menganggap band yang kita buat adalah band abal abal, padahal kita menganggap ini begitu istimewa dan spesial. Bukan karena kualitasnya bukan karena tampang kami ini, tapi karena kebersamaan dan kekompakan kita!. Intan tertawa lepas saat video nge dancenya bersama Lifta, Rani, Danis dan Dwika di putar dalam layar LCD proyektor. Ku lihat Anisa dan teman temannya tersenyum saat melihat rekaman dirinya sedang bermain poker di pojok kelas. Achna dan Lifta yang duduk berdempetan tertawa bersama saat video Lifta yang menakuti Achna dengan berpura pura menjadi pocong tampak. Dilanjutkan dengan rekamanku saat mengejek Achna setelah kejadian itu dengan membuat pantun yang isinya mengejek pemain basket sehebat Achna maupun Chandra yang sama sama takut pocong. Semua tertawa puas. Farizal mulai tersenyum dan tertawa saat video dirinya waktu tertidur di kelas saat pelajaran fisika milik Pak Wandi sedang berlangsung yang sudah direkam menggunakan handycam milik Dewa. Saat video Dewa sedang kerokan dikelas dimana aku yang berperan sebagai pengerok punggung dewa yang saat itu sedang dilanda masuk angin akut, semua tertawa mengingat kejadian langka itu.
Semua kenangan itu memang sudah terekam sempurna dalam ingatan kita. Tapi? mungkinkah kita akan buka kenangan itu di lain hari?. Di masa depan?. Jika aku jadi kamu aku akan bilang : YA!.
Aku gak akan lupa Achna yang sangat tomboy dan tak pernah rapi dalam memakai seragam, Lifta yang sangat menggemari Spongebob, Anik dengan jaket merahnya yang selalu dibawa ketika sekolah, Anisa yang sering galau, Chandra yang tangannya pernah retak karena futsal, Dewa yang selalu beringkah aneh dan marah marah yang gak jelas, Dwika yang hyperaktif, Fanda yang pendiam, Farizal yang sering ketiduran di kelas, Ika yang sering dipanggil "Tante" dengan Dewa, Intan yang gak bisa diem, Kiki dengan kacamatanya, Icha yang bapaknya guru BK di sekolah, Falah yang sering di anggap Homo, Narul yang terkenal akan kedua gigi gingsul yang berbentuk seperti taring, Ami yang pemalu, Fandi yang jago komputer dan game, Rifqi yang ikut di kegiatan pramuka di sekolah, Mutiara yang tampak kekar seperti laki laki, Nadia dengan gaya tertawanya yang khas, Novi yang suka saltingkalau disinggung masalah Narul, Adit murid yang paling pandai dikelas, Rani yang suka sekali dengan anime Jepang, Rio si pengkoleksi film, Rizka yang selalu mengingatkanku buat belajar, Danis yang punya banyak masalah dengan sekolah karena kenakalannya, Christin yang sudah cinta mati dengan Korea.
Akhirnya layar LCD proyektor yang telah menampilkan semua kenangan kita telah menjadi putih polos karena semua video yang sudah ditampilkan sudah selesai dan gambar yang terakhir ku lihat adalah kalimat IT'S ALL ABOUT SOEPH' perlahan lahan mulai menghilang. Semua kenangan yang terekam mungkin akan berakhir pada rekaman di laptop milik Rio itu, Tapi semua kenangan kita, akan ku simpan dengan baik dan akan ku buka kembali saat aku dewasa, dan aku akan ceritakan masa masa indahku bersama kalian pada anak anakku kelak, aku akan mengajarkan kepada anakku bagaimana memilih teman yang baik seperti kalian. Aku tau kita akan menjalani masa masa dan kesibukan kita sendiri, dan kita akan meraih mimpi kita masing masing yang telah ditanam dalam diri kita. Sekali lagi aku tersenyum bangga setelah menyaksikan bagaimana dan apa yang terjadi pada kita saat 1 tahun yang sudah berlalu. Aku... tidak akan mungkin menemukan manusia seperti kalian lagi di dunia ini... Kalian itu Sahabat terbaik dalam mengejar mimpi, Teman terhebatku untuk dapat berdiri, Kawan yang asyik di ajak diskusi dan manusia manusia terbaik yang pernah ku temui di dunia ini. Mungkin kalimat ini terlihat lebay bagi kalian, tapi yang jelas aku jujur mengatakan ini. Aku tak peduli kau menganggapku apa!? Kawan atau lawan! Sahabat atau penghianat! itu terserah kalian!
Sesaat waktu seperti berhenti untuk memberi kesempatan pada kita untuk mengenang masa masa kebersamaan kita. Bagaimana tidak 1 tahun kita alami itu sama dengan 12 bulan, 48 minggu, 336 hari, 8.064 jam, 483.840 menit, dan 29.030.400 detik yang aku lewati bersama kamu, mereka, dan kita! Ku lihat semua orang yang berada dalam kelas yang akan ditinggalkan sebentar lagi ini sedang saling meminta maaf dan berterima kasih atas kesalahan dan kebersamaannya dalam 1 tahun yang terasa sangat singkat ini. Sekali lagi aku tersenyum kepada mereka, kulihat Dewa membalas senyumku, Chandra mengangguk sambil tersenyum, Farizal mengacungkan jempolnya sambil tersenyum, Narul tersenyum, Rio tersenyum, Christin tersenyum, Rizka mengikuti, dan semuanya tersenyum bangga atas kebersamaan dan kekompakan yang sudah terjalin. Kemudian 28 orang yang baik ini membuat sebuah lingkaran persahabatan dangan menggandeng tangan kawan yang berada di sampingnya, dan kemudian 28 kepalan tangan itu sudah berada di tengah tengah lingkaran persahabatan itu dengan mantapnya. "IT'S ALL ABOUT SOEPH'!!!" kita meneriakannya dengan perasaan bangga dan bahagia... kudengar Dewa mengatakan "Kawann... aku sayang kaliaaannn....!!!" dengan air mata yang masih berlinang di pelupuk matanya. Kami bernyanyi bersama dengan lagu Avenged Sevenfold yang berjudul So far away~
Never feared for anything
Never shamed but never free
A life that healed a broken heart with all that it could
Lived a life so endlessly
Saw beyond what others see
I tried to heal your broken heart with all that I could
Will you stay ?
Will you stay away forever ?
How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away
Plans of what our futures hold
Foolish lies of growing old
It seems we’re so invincible
The truth is so cold
A final song, a last request
A perfect chapter laid to rest
Now and then I try to find a place in my mind
Where you can stay
You can stay awake forever
How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away
Sleep tight, I’m not afraid
The ones that we love are here with me
Lay away a place for me
Cause as soon as I’m done I’ll be on my way
To live eternally
How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
And the light you left remains but it’s so hard to stay
When I have so much to say and you’re so far away
I love you
You were ready
The pain is strong enough despite
But I’ll see you
When He lets me
Your pain is gone, your hands are tied
So far away
And I need you to know
So far away
And I need you to
Need you to know
Dan kami akan menghadapi masa depan yang entah suram atau menyenangkan yang jelas itu adalah takdir kita!!!. Dan jika aku diberi kesempatan untuk mengucapkan sesuatu aku mau bilang : "Kawan aku sayang kalian dan jangan lupakan aku!" cukup itu.
apakah masih bisa kulihat senyuman itu nanti?? kuharap iya...


Komentar
Posting Komentar