Namamu...
Sennin, 7 Mei 2012
Capeknya... aku baru saja pulang dari main bola bersama adikku sore tadi, lalu aku mengambil botol air mineral yang berisi air dingin yang sudah kusiapkan sebelum berangkat tadi. "Ahh.. segarnya.." kataku sambil menyeka keringat yang mengalir melalui kening jenongku. Lalu aku berjalan ke teras rumahku sambil duduk bersila di kursi madura itu. Satu.. Dua.. Tiga.. kali aku bernafas, kulihat awan yang kemerah merahan itu "Indah banget sore ini..." kulihat seluruh isi dari langit yang sangat luas itu. Tak pernah kufikirkan tuk menghancurkan keindahan tersebut. Tapi, ada satu yang membuatku berhenti untuk memandangi luasnya atap bumi. Langit. Ya itulah saat pertama aku bertemu dengannya, kau sendiri disana begitu kesepian dan tak ada seorangpun yang datangtuk mengajakmu menikmati keindahan yang sudah diciptakan tuhan kita. Kamu seolah olah ingin sekali terbang bebas bersama teman temanmu. Ayolah! Bangkit dan buktikan!.
sore hari setelah kita bertemu...
Hai kenapa kamu muncul lagi!? dan yang membuatku marah ialah kamu masih sendiri! Kamu itu sangat indah menurutku, kamu juga sangat baik hati. Buktinya kamu rela ditinggal oleh temanmu dan memilih untuk menemani aku di teras rumahku yang nyaman ini. Ah kamu sungguh baik. Bahkan terlalu baik!. Bila aku mampu untuk menemanimu sungguh! pasti! aku akan menemanimu. :-)
Esok, esok, dan esok kamu selalu menemaniku. Entah mengapa aku jadi jatuh cinta padamu karena sifatmu. Ini rekor dalam hidupku hanya dalam waktu 1 minggu kau mampu tuk membuatku mabuk kepayang seperti ini.
Rabu, 16 Mei 2012
Dengan penuh semangat aku beranjak untuk melihatmu di teras rumahku. Ya di kursi kesayanganku itu tentunya. Tapi apa!? "Kemana perginya?" aku berbisik. Sungguh tidak seperti biasanya sore hari ini. Sore yang gelap di hiasi dengan hujan yang berjatuhan dari langit yang kelam itu. Aku juga tidak melihat teman temanmu?. aku tak bisa tidur malam itu, aku sudah ikuti saran ibu untuk minum susu dulu, tapi tak bisa. Aku juga mencoba apa yang dilakukan orang luar negeri dengan menghitung domba dalam pikiran kita sendiri. Tapi hasilnya!? NOL!.
Ah, aku tak bisa tidur. Lambat laun seperti ada yang menitihku untuk menuju kedepan rumah, aku pun melangkahkan kaki yang sebenarnya sudah sangat mengantuk. Kubuka
pintu rumahku. Alangkah senangnya hatiku, Aku melihatmu disana. Ya tepat di depan rumahku sejajar dengan pandangan mataku yang tajam ini. Kusempatkan waktu tidurku untuk mengagumimu sejenak, setelah berapa menit, aku pun kembali menutup pintu rumah dan menguncinya kembali. Dan aku langsung menuju tempat paling nyaman dalam hidupku. Kamarku. Anehnya? aku langsung bisa tidur dengan nyenyak.
Setelah kejadian kemarin, kamu selalu tetap menemaniku di teras rumahku. Dan seperti biasa, Kau masih sendiri! tanpa teman temanmu. Aku mulai tak peduli dengan sifatmu itu, tapi yang jelas, Aku tak mau menirumu!.
Ah, aku mungkin gila dengan menuliskan kata kata ini tanpa pernah mengnalmu. Mungkin semua tulisan aneh ini akan membuat para manusia baik yang membaca ini akan bingung. Aku tak pernah menunjukan namamu karena aku memang tak tau namamu. Bahkan tak seorang pun tau namamu. Baiklah mungkin aku sudah gila mencintai sosok yang terlihat tapi tak pernah dikenal. Sebenarnya aku sangat ingin memberimu nama. Tapi apa?.
Dan, setelah kejadian minggu lalu kamu selalu menemaniku. Ya kebetulan juga aku masih sendiri. Hehehe.
Nah, pembaca yang baik, akhirnya bintang yang setia itu kuberi nama... JAZZY. Yah semoga kamu mau menemaniku. Selamanya. Sampai akhir hayatku. :-)


Komentar
Posting Komentar