Aku adalah aku!
Aku adalah seorang yang mudah menyerah. Aku cuma seorang pecundang. Aku hanya sampah di dunia ini. Tak ada yang perdulikan aku disini. Tak ada yang membutuhkanku disini. Aku hanya sebagai benalu bagi mereka. Aku tak pernah berarti dimata mereka. Sebenarnya aku ingin buktikan bahwa aku bisa menguasai dunia. Ya. Aku dapat menaklukan dunia dengan tanganku sendiri. Tapi apa!? mereka selalu merendahkanku. Mereka tak pernah percaya padaku. Mereka hanya menganggapku sebagai anak kecil yang hanya bisa melakukan hal yang tak berguna. Aku benci itu. Aku tak suka itu.
Dan akhirnya, aku tidak menjadi diriku sendiri. Aku memilih menjadi diri orang lain. Aku jadi seperti mereka. Aku mengikuti gaya mereka. Aku tinggalkan diriku yang dulu. Aku telah menjadi orang lain. Aku bukanlah aku!.
Dengan ini aku bisa diterima di kehidupan mereka. Tapi duniaku tak bisa menerimaku. Aku berfikir jika itu tak masalah bagiku. Aku lebih memfikirkan bahwa masalah terbesarku adalah saat aku tidak bisa diterima dengan kehidupan mereka. Yang berbeda 180 derajat dari kehidupanku.
Sebenarnya aku sudah sangat bosan dengan kehidupanku yang meniru orang lain seperti ini. Tapi apa aku harus meninggalkan ini? Tapi apa aku harus menyendiri lagi? Pertanyaan bodoh! Aku tak bisa kembali ke masa laluku yang ceria. Aku harus tetap berada di sekitar mereka. Dan mengikuti gaya mereka agar aku bisa tetap diterima mereka. Aku tak boleh menyendiri lagi. Aku tak boleh kesepian lagi. Aku harus tetap bersama mereka. Aku harus mengikuti gaya mereka. Demi aku tak kesepian lagi. Walaupun aku sudah sangat muak dengan gaya yang selalu diam diam dan mematikan seperti ini. Ya aku harus bertahan!.
Aku dapat bertahan! aku dapat bertahan! aku dapat bertahan!. Aku tak bisa! aku tak bisa meninggalkan mereka dan sifat seperti itu! Aku tak boleh kembali menjadi diriku yang ceria seperti dulu. Aku tak boleh menjadi aku. Hanya untuk tidak kesepian lagi. Aku memang tak tau apa apa tentang apa yang mereka pikirkan tentang anak kecil sepertiku! Aku dewasa! Aku dewasa! Aku tak mau mengakui diriku yang anak kecil seperti ini! Aku harus jadi dewasa!. Ya. DEWASA!
Kau masih anak kecil! jangan ikut dengan kita! Kalimat kalimat menyebalkan seperti itu yang sangat kubenci tiap kali aku dekat dengan mereka! Tapi itu dulu!. Dan sekarang aku akan menjadi dewasa!. Walaupun sebenarnya aku sangat merasa tidak nyaman dengan kehidupan macam ini. Tak nyaman sama sekali. Tapi aku harus bertahan dengan kekangan ini. Dengan dunia yang sebenarnya tak pantas untukku.
Sampai pada akhirnya aku bertemu kamu... Malam itu...
Aku tak sadar, aku telah melakukan hal yang keterlaluan. Aku mabuk. Aku berjudi. Aku tawuran. Aku dalam kegelapan. Aku bukanlah aku! (yang dulu). Aku tak mengerti ingin sekali aku menghabisi hidup ini dengan sekejap mata. Aku ingin mati!. Aku ingin keluar dari dunia ini! Aku sudah tak bisa bertahan!
Aku yang tertunduk lesu di gudang tua itu. Aku hanya diam. Terdengar suara. Entah darimana? Aku tak tau. Suara itu seperti terdengar jauh didalam hatiku. Dia memanggil namaku. Terus menerus memanggil. Semakin keras memanggil. Seperti berteriak minta tolong. Lalu kuangkat daguku keatas. Kulihat seseorang yang tak pernah kukenali. Dia seperti orang terbodoh di dunia. Dia sangat mengenaskan. Rambutnya yang sudah acak acakan. Bajunya tak karuan. Aroma alkohol semerbak dari mulutnya. Aku mentertawakannya dan menunjuknya. Dia membalasku sama. Aku berhenti. Dia ikut berhenti. Lalu aku berdiri. Dia mengikuti berdiri. Kudekati dirinya perlahan. Dia pun mendekatiku. Semakin dekat dan dekat. Akhirnya aku berhadapan dengannya. Kusentuh jari jarinya. Dia lakukan itu pula. Lalu aku tersenyum. Dia tersenyum. "Aku adalah aku! bukan dia atau mereka!" kataku. Kemudian kuhancurkan cermin besar dihadapanku dengan tanganku sendiri.
"Terima kasih ya. Kau telah menyadarkanku. Diriku." lalu aku pulang. Aku pulang kerumah dan pulang ke kehidupanku yang lalu. Dimana aturan adalah sahabat. Bukan sebagai raja. Kini aku sudah terbiasa dengan aturan aturan yang dulu terkesan sangat membosankan. Kutinggalkan masa masa kelamku. Aku sudah bakar semua itu! Aku sudah musnahkan semua itu!. Aku telah kembali! Aku telah kembali menjadi seorang remaja yang selalu ceria! Menjadi sosok yang lebih berguna! Bukan sosok pendiam yang pernah kutemui! Aku berjanji AKU AKAN MENJADI DIRIKU SENDIRI!. SELAMANYA!.
Dan akhirnya, aku tidak menjadi diriku sendiri. Aku memilih menjadi diri orang lain. Aku jadi seperti mereka. Aku mengikuti gaya mereka. Aku tinggalkan diriku yang dulu. Aku telah menjadi orang lain. Aku bukanlah aku!.
Dengan ini aku bisa diterima di kehidupan mereka. Tapi duniaku tak bisa menerimaku. Aku berfikir jika itu tak masalah bagiku. Aku lebih memfikirkan bahwa masalah terbesarku adalah saat aku tidak bisa diterima dengan kehidupan mereka. Yang berbeda 180 derajat dari kehidupanku.
Sebenarnya aku sudah sangat bosan dengan kehidupanku yang meniru orang lain seperti ini. Tapi apa aku harus meninggalkan ini? Tapi apa aku harus menyendiri lagi? Pertanyaan bodoh! Aku tak bisa kembali ke masa laluku yang ceria. Aku harus tetap berada di sekitar mereka. Dan mengikuti gaya mereka agar aku bisa tetap diterima mereka. Aku tak boleh menyendiri lagi. Aku tak boleh kesepian lagi. Aku harus tetap bersama mereka. Aku harus mengikuti gaya mereka. Demi aku tak kesepian lagi. Walaupun aku sudah sangat muak dengan gaya yang selalu diam diam dan mematikan seperti ini. Ya aku harus bertahan!.
Aku dapat bertahan! aku dapat bertahan! aku dapat bertahan!. Aku tak bisa! aku tak bisa meninggalkan mereka dan sifat seperti itu! Aku tak boleh kembali menjadi diriku yang ceria seperti dulu. Aku tak boleh menjadi aku. Hanya untuk tidak kesepian lagi. Aku memang tak tau apa apa tentang apa yang mereka pikirkan tentang anak kecil sepertiku! Aku dewasa! Aku dewasa! Aku tak mau mengakui diriku yang anak kecil seperti ini! Aku harus jadi dewasa!. Ya. DEWASA!
Kau masih anak kecil! jangan ikut dengan kita! Kalimat kalimat menyebalkan seperti itu yang sangat kubenci tiap kali aku dekat dengan mereka! Tapi itu dulu!. Dan sekarang aku akan menjadi dewasa!. Walaupun sebenarnya aku sangat merasa tidak nyaman dengan kehidupan macam ini. Tak nyaman sama sekali. Tapi aku harus bertahan dengan kekangan ini. Dengan dunia yang sebenarnya tak pantas untukku.
Sampai pada akhirnya aku bertemu kamu... Malam itu...
Aku tak sadar, aku telah melakukan hal yang keterlaluan. Aku mabuk. Aku berjudi. Aku tawuran. Aku dalam kegelapan. Aku bukanlah aku! (yang dulu). Aku tak mengerti ingin sekali aku menghabisi hidup ini dengan sekejap mata. Aku ingin mati!. Aku ingin keluar dari dunia ini! Aku sudah tak bisa bertahan!
Aku yang tertunduk lesu di gudang tua itu. Aku hanya diam. Terdengar suara. Entah darimana? Aku tak tau. Suara itu seperti terdengar jauh didalam hatiku. Dia memanggil namaku. Terus menerus memanggil. Semakin keras memanggil. Seperti berteriak minta tolong. Lalu kuangkat daguku keatas. Kulihat seseorang yang tak pernah kukenali. Dia seperti orang terbodoh di dunia. Dia sangat mengenaskan. Rambutnya yang sudah acak acakan. Bajunya tak karuan. Aroma alkohol semerbak dari mulutnya. Aku mentertawakannya dan menunjuknya. Dia membalasku sama. Aku berhenti. Dia ikut berhenti. Lalu aku berdiri. Dia mengikuti berdiri. Kudekati dirinya perlahan. Dia pun mendekatiku. Semakin dekat dan dekat. Akhirnya aku berhadapan dengannya. Kusentuh jari jarinya. Dia lakukan itu pula. Lalu aku tersenyum. Dia tersenyum. "Aku adalah aku! bukan dia atau mereka!" kataku. Kemudian kuhancurkan cermin besar dihadapanku dengan tanganku sendiri.
"Terima kasih ya. Kau telah menyadarkanku. Diriku." lalu aku pulang. Aku pulang kerumah dan pulang ke kehidupanku yang lalu. Dimana aturan adalah sahabat. Bukan sebagai raja. Kini aku sudah terbiasa dengan aturan aturan yang dulu terkesan sangat membosankan. Kutinggalkan masa masa kelamku. Aku sudah bakar semua itu! Aku sudah musnahkan semua itu!. Aku telah kembali! Aku telah kembali menjadi seorang remaja yang selalu ceria! Menjadi sosok yang lebih berguna! Bukan sosok pendiam yang pernah kutemui! Aku berjanji AKU AKAN MENJADI DIRIKU SENDIRI!. SELAMANYA!.
I dream a lot, I know you say
I've got to get away.
"The world is not yours for the taking"
Is all you ever say.
I know I'm not the best for you,
But promise that you'll stay.
Cause if I watch you go,
You'll see me wasting, you'll see me wasting away
Cause today, you walked out of my life
Cause today, your words felt like a knife
I'm not living this life.
Goodbyes are meant for lonely people standing in the rain
And no matter where I go it's always pouring all the same.
These streets are filled with memories
Both perfect and in pain
And all I wanna do is love you
But I'm the only one to blame.
Cause today, you walked out of my life
Cause today, your words felt like a knife
I'm not living this life.
But what do I know, if you're leaving
All you did was stop the bleeding.
But these scars will stay forever,
These scars will stay forever
And these words they have no meaning
If we cannot find the feeling
That we held on to together
Try your hardest to remember
Stay with me,
Or watch me bleed,
I need you just to breathe.
Cause today, you walked out of my life
(Stay with me, or watch me bleed)
Cause today, your words felt like a knife
(I need you just to breathe.)
I'm not living this life
I've got to get away.
"The world is not yours for the taking"
Is all you ever say.
I know I'm not the best for you,
But promise that you'll stay.
Cause if I watch you go,
You'll see me wasting, you'll see me wasting away
Cause today, you walked out of my life
Cause today, your words felt like a knife
I'm not living this life.
Goodbyes are meant for lonely people standing in the rain
And no matter where I go it's always pouring all the same.
These streets are filled with memories
Both perfect and in pain
And all I wanna do is love you
But I'm the only one to blame.
Cause today, you walked out of my life
Cause today, your words felt like a knife
I'm not living this life.
But what do I know, if you're leaving
All you did was stop the bleeding.
But these scars will stay forever,
These scars will stay forever
And these words they have no meaning
If we cannot find the feeling
That we held on to together
Try your hardest to remember
Stay with me,
Or watch me bleed,
I need you just to breathe.
Cause today, you walked out of my life
(Stay with me, or watch me bleed)
Cause today, your words felt like a knife
(I need you just to breathe.)
I'm not living this life
Jawab pertanyaanku! Siapa kamu!? Siapa namamu!? Kamu itu hebat! Kamu sangat hebat! Berjanjilah kalau kamu akan selalu menjadi kamu! Bukan sepertiku atau sepertinya ataupun mereka! Hiduplah di jalanmu! bukan dijalanku, jalannya, atau jalan mereka! *baca ini sambil melihat ke cermin


Komentar
Posting Komentar