Sendu jangan lupakan aku
"Aduuhh, bingung pake baju yang mana ya?" kataku sambil membongkar isi lemariku. Sebentar lagi impianku untuk pacaran dengan Sendu akan terwujud. Aku sudah janjian dengannya di salah satu restoran favoritku. "Ahhh bingung! Pake ini ajalah!" kataku ambil meraih kemeja warna hitam yang tergantung rapi di lemari. Akhirnya kemeja itu sudah melekat di tubuhku. "Keren juga" aku memuji diriku sendiri yang tengah bercermin di cermin besar dipojok kamarku. "Udah siap! saatnya let's go!" aku berjingkrak kegirangan dan berlari keluar rumah. "Ya ampun kelupaan!" Aku kembali kedalam rumah dan mengamambil setangkai bunga mawar merah yang tegeletak di tempat tiduku. "Dengan ini udah oke!" kataku sambil mencium bunga itu.
Aku bersiul didalam mobil yang sedang melaju. Aroma parfum begitu semerbak dari tubuhku. Tak sampai 15 menit aku sudah sampai di restoran itu. Kulihat seorang wanita cantik dengan gaun warna putih dengan rambut yang tergerai panjang itu tengah berdiri di ujung jalan itu. Aku mendekatinya dan menyapanya. "Sendu! kamu cantik banget hari ini! aku hampir saja tak bisa mengenalmu!" kataku dengar sedikit tertawa. "Hehehe Terima kasih banget ya Ndre, kamu juga keren banget hari ini" jawabnya sambil tersenyum manis. "Iya, udah masuk aja, keburu panas banget nih" kataku sambil mengulurkan tanganku. Dia hanya tersenyum dan meraih tangamku. Kita sudah didalam restoran yang nyaman itu. Alunan musik musik klasik dengan sentuhan jazz menggema seisi ruangan. Aku duduk berhadapan dengannya. Sebuah lilin tengah menyala di tengah tengah meja. Aku menatap wajahnya tak henti henti. "Cantiknya..." gumam dihati.
Ya. Aku mengenal Sendu sejak duduk dikelas 1 SMA. Aku cinta pada pandangan pertama. Tapi aku belum berani mengungkapkan perasaanku. Ya, karena aku belum diijinkan orang tuaku untuk pacaran dulu. Tapi sekarang saatnya. Saat itu dia duduk tepat didepanku. Dia cewek yang paling cantik dikelas menurutku. Rambutnya yang panjang selalu tergerai saat pelajaran. Aku selalu memperhatikannya tiap kali ia menulis, membaca, apapun kegiatannya. Gerak geriknya, cara bicaranya yang lembut, gaya dia saat duduk, tawanya, senyumannya, aduh, aku gak bisa melupakan itu.
Aku tak tahu mengapa aku bisa suka padanya. padahal, sebenarnya aku ini bukan tipe cowok yang mudah jatuh cinta. Cuma dia yang bisa membuatku jatuh cinta. Cinta ini memang sudah kupendam 3 tahun lamanya. Dan sekarang tepat 1 hari setelah hari kelulusan sekolah, aku akan mengungkapkan perasaanku. Ya sekarang!.
"Sendu, ada yang mau aku omongin sama kamu." kataku membuka percakapan. "Iya Ndre, ada apa?" jawabnya sambil tersenyum. "Kamu cantik banget malam ini." kataku gombal. "Biasa deh kamu itu, Hahaha" jawabnya sambil tertawa. "Eh, hehehe" aku ikut tertawa juga. "Ini buat kamu Sen." kataku sambil mengulurkan sebuah mawar merah. "Maksutnya?" kata Sendu pendek. "Aku suka kamu Sendu." kataku sambil tersenyum. Sendu hanya terdiam. "Kamu mau nggak jadi pacarku?" aku bertanya padanya dengan tersenyum. "Maaf Ndre, aku sudah dijodohkan dengan pengusaha kaya di kota kelahiranku dengan orang tuaku Ndre" katanya sambil menatapku. Seketika air mata mulai berlinang di pelupuk mataku. "Maaf Ndre, aku gak bermaksud melukaimu. Tapi ini pilihan orang tuaku Ndre". katanya. "Iya tidak apa apa Sendu. Ini memang jalan terbaik buat kamu. Yah.. mungkin aku yang harus mencari wanita lain" jawabku sambil tersenyum. "Makasih banget Andre!" katanya sambil memelukku. "Aku juga cinta sama kamu Ndre. Aku sayang sama kamu. Tapi... maafkan aku Ndre." katanya sambil terisak. "Tidak apa apa Sen, aku tau ini memang yang terbaik buat kamu. Tapi kuharap kau masih mengingatku. Sampai kapanpun." kataku. "Aku janji! aku janji gak bakal melupakan kamu" jawabnya sambil mengeratkan pelukannya. Aku melepaskan pelukannya. "Kuharap kau mau menyimpan ini Sendu. Ya meskipun suatu saat nanti suamimu akan marah padamu. Hehehehe" kataku sambil memberikan sebuah mawar merah tadi. "Aku tak peduli itu Ndre. Makasih banget. Tapi kita masih bisa berteman kan Ndre?" jawabnya sambil tersenyum. "Berteman? Tentu saja sangat bisa!" kataku bsambil tersenyum penuh semangat. "Makasih Ndre!" katanya sambil memelukku kembali. Lebih erat.
Sesaat ku antar Sendu pulang kerumahnya. "Sendu, kamu janji tidak melupakan aku?" kataku saat Sendu hendak turun dari mobil. Sendu tersenyum dan mengacungkan jari kelingkingnya "Janji!" "Jangan lupakan aku Sendu!" kataku sambil melingkarkan kelingkingku ke kelingkingnya. Aku tersenyum. Sendu membalas senyumku.
1 minggu sudah berlalu. Telepon berdering tanda telepon masuk. Terdengar suara wanita yang sudah sangat kukenali. "Andre! aku akan meninggalkan kota ini sekarang. Dan aku akan berangkat ke Banjarmasin sore nanti." "Selamat tinggal Andre! Semoga kita jumpa lagi" katanya sambil tertawa. "Oke Sendu!" jawabku pendek. Dan dia menutup teleponnya.
Dan mulai hari ini aku akan galau. Aku selalu merindukan Sendu. Walaupun seringkali aku menelponnya. Aku tetap rindu dengannya. Sampai suatu hari aku mengirimnya surat yang berisi kata kata penuh makna kerinduanku. Meskipun aku harus berdosa karena merindukan kekasih seseorang. :)
Aku bersiul didalam mobil yang sedang melaju. Aroma parfum begitu semerbak dari tubuhku. Tak sampai 15 menit aku sudah sampai di restoran itu. Kulihat seorang wanita cantik dengan gaun warna putih dengan rambut yang tergerai panjang itu tengah berdiri di ujung jalan itu. Aku mendekatinya dan menyapanya. "Sendu! kamu cantik banget hari ini! aku hampir saja tak bisa mengenalmu!" kataku dengar sedikit tertawa. "Hehehe Terima kasih banget ya Ndre, kamu juga keren banget hari ini" jawabnya sambil tersenyum manis. "Iya, udah masuk aja, keburu panas banget nih" kataku sambil mengulurkan tanganku. Dia hanya tersenyum dan meraih tangamku. Kita sudah didalam restoran yang nyaman itu. Alunan musik musik klasik dengan sentuhan jazz menggema seisi ruangan. Aku duduk berhadapan dengannya. Sebuah lilin tengah menyala di tengah tengah meja. Aku menatap wajahnya tak henti henti. "Cantiknya..." gumam dihati.
Ya. Aku mengenal Sendu sejak duduk dikelas 1 SMA. Aku cinta pada pandangan pertama. Tapi aku belum berani mengungkapkan perasaanku. Ya, karena aku belum diijinkan orang tuaku untuk pacaran dulu. Tapi sekarang saatnya. Saat itu dia duduk tepat didepanku. Dia cewek yang paling cantik dikelas menurutku. Rambutnya yang panjang selalu tergerai saat pelajaran. Aku selalu memperhatikannya tiap kali ia menulis, membaca, apapun kegiatannya. Gerak geriknya, cara bicaranya yang lembut, gaya dia saat duduk, tawanya, senyumannya, aduh, aku gak bisa melupakan itu.
Aku tak tahu mengapa aku bisa suka padanya. padahal, sebenarnya aku ini bukan tipe cowok yang mudah jatuh cinta. Cuma dia yang bisa membuatku jatuh cinta. Cinta ini memang sudah kupendam 3 tahun lamanya. Dan sekarang tepat 1 hari setelah hari kelulusan sekolah, aku akan mengungkapkan perasaanku. Ya sekarang!.
"Sendu, ada yang mau aku omongin sama kamu." kataku membuka percakapan. "Iya Ndre, ada apa?" jawabnya sambil tersenyum. "Kamu cantik banget malam ini." kataku gombal. "Biasa deh kamu itu, Hahaha" jawabnya sambil tertawa. "Eh, hehehe" aku ikut tertawa juga. "Ini buat kamu Sen." kataku sambil mengulurkan sebuah mawar merah. "Maksutnya?" kata Sendu pendek. "Aku suka kamu Sendu." kataku sambil tersenyum. Sendu hanya terdiam. "Kamu mau nggak jadi pacarku?" aku bertanya padanya dengan tersenyum. "Maaf Ndre, aku sudah dijodohkan dengan pengusaha kaya di kota kelahiranku dengan orang tuaku Ndre" katanya sambil menatapku. Seketika air mata mulai berlinang di pelupuk mataku. "Maaf Ndre, aku gak bermaksud melukaimu. Tapi ini pilihan orang tuaku Ndre". katanya. "Iya tidak apa apa Sendu. Ini memang jalan terbaik buat kamu. Yah.. mungkin aku yang harus mencari wanita lain" jawabku sambil tersenyum. "Makasih banget Andre!" katanya sambil memelukku. "Aku juga cinta sama kamu Ndre. Aku sayang sama kamu. Tapi... maafkan aku Ndre." katanya sambil terisak. "Tidak apa apa Sen, aku tau ini memang yang terbaik buat kamu. Tapi kuharap kau masih mengingatku. Sampai kapanpun." kataku. "Aku janji! aku janji gak bakal melupakan kamu" jawabnya sambil mengeratkan pelukannya. Aku melepaskan pelukannya. "Kuharap kau mau menyimpan ini Sendu. Ya meskipun suatu saat nanti suamimu akan marah padamu. Hehehehe" kataku sambil memberikan sebuah mawar merah tadi. "Aku tak peduli itu Ndre. Makasih banget. Tapi kita masih bisa berteman kan Ndre?" jawabnya sambil tersenyum. "Berteman? Tentu saja sangat bisa!" kataku bsambil tersenyum penuh semangat. "Makasih Ndre!" katanya sambil memelukku kembali. Lebih erat.
Sesaat ku antar Sendu pulang kerumahnya. "Sendu, kamu janji tidak melupakan aku?" kataku saat Sendu hendak turun dari mobil. Sendu tersenyum dan mengacungkan jari kelingkingnya "Janji!" "Jangan lupakan aku Sendu!" kataku sambil melingkarkan kelingkingku ke kelingkingnya. Aku tersenyum. Sendu membalas senyumku.
1 minggu sudah berlalu. Telepon berdering tanda telepon masuk. Terdengar suara wanita yang sudah sangat kukenali. "Andre! aku akan meninggalkan kota ini sekarang. Dan aku akan berangkat ke Banjarmasin sore nanti." "Selamat tinggal Andre! Semoga kita jumpa lagi" katanya sambil tertawa. "Oke Sendu!" jawabku pendek. Dan dia menutup teleponnya.
Dan mulai hari ini aku akan galau. Aku selalu merindukan Sendu. Walaupun seringkali aku menelponnya. Aku tetap rindu dengannya. Sampai suatu hari aku mengirimnya surat yang berisi kata kata penuh makna kerinduanku. Meskipun aku harus berdosa karena merindukan kekasih seseorang. :)
Sendu
di malam ini aku berteman sepi
tiada dirimu ada di samping aku
hanya rembulan menatap diam aku
tiada hangatmu menemani dinginku
tiada dirimu ada di samping aku
hanya rembulan menatap diam aku
tiada hangatmu menemani dinginku
ku merentas sedih hati, inginkan engkau di sini
hatiku rindu sekali sampai terbawa mimpi
hatiku rindu sekali sampai terbawa mimpi
ku rindu kepadamu ingin dipeluk kamu
ku tak bisa tanpamu sendu
ku rindu kepadamu ingin dibelai kamu
aku mati tanpamu sendu
ku tak bisa tanpamu sendu
ku rindu kepadamu ingin dibelai kamu
aku mati tanpamu sendu
hanya rembulan menatap diam aku
tiada hangatmu menemani dinginku
tiada hangatmu menemani dinginku
ku merentas sedih hati, inginkan engkau di sini
hatiku rindu sekali sampai terbawa mimpi
hatiku rindu sekali sampai terbawa mimpi
ku rindu kepadamu ingin dipeluk kamu
ku tak bisa tanpamu sendu
ku rindu kepadamu ingin dibelai kamu
aku mati tanpamu sendu
ku tak bisa tanpamu sendu
ku rindu kepadamu ingin dibelai kamu
aku mati tanpamu sendu
ku merentas sedih hati, inginkan engkau di sini
hatiku rindu sekali sampai terbawa mimpi
hatiku rindu sekali sampai terbawa mimpi
ku rindu kepadamu ingin dipeluk kamu
ku tak bisa tanpamu sendu
ku tak bisa tanpamu sendu
ku rindu kepadamu ingin dibelai kamu
aku mati tanpamu sendu (sendu)
aku mati tanpamu sendu (sendu)
ku rindu kepadamu ingin dipeluk kamu
ku tak bisa tanpamu sendu
ku tak bisa tanpamu sendu
ku rindu kepadamu ingin dibelai kamu
aku mati tanpamu sendu, sendu, sendu, sendu
aku mati tanpamu sendu, sendu, sendu, sendu
Galau itu berbeda beda penyebab dan akibatnya! tapi hanya Semangatlah pencegahnya dan obatnya! jangan galau tanpa didampingi semangat!


Komentar
Posting Komentar