A smile for love

   Namaku Aryo, umurku 17 tahun. 23 Desember lalu umurku tepat 17 tahun. Kini aku duduk kelas 3 SMA. Seperti pada remaja lain aku juga sering menyukai lawan jenisku. Ya wanita itu adalah Calisa. Wanita yang cantik, baik, pintar dan juga lucu. Rambutnya yang panjang, kulitnya yang putih, matanya yang sayu, senyumnya yang manis, ah sungguh cantiknya dirimu. Tak heran jika banyak cowok yang menyukaimu dari teman sekelas, kakak kelas sampai dengan guru guru yang genit. Diam diam aku menaruh perasaan padamu sejak pertama kita bertemu di kantin sekolah. Singkat cerita kita sudah kenalan. Kamu tidak seperti wanita wanita lain yang pernah aku temui, kamu beda, sungguh beda. Jika biasanya wanita seumuranmu masih sangat manjanya, tapi kamu sungguh dewasa, kamu seperti mengajariku arti kedewasaan sesungguhnya. Kau mengajariku menghargai pendapat, menolong sesama, dan hal positif lainnya. Sejak saat itu aku jadi suka denganmu.

   Sebentar lagi aku akan ujian kelulusan. Aku belajar tanpa kenal lelah agar bisa mendapat nilai bagus dan masuk di universitas favoritku. Akhirnya aku telah menjalani ujian kelulusan dengan baik. Aku begitu optimis mendapat nilai yang baik. Pesta perpisahan pun sudah digelar di aula sekolah. Akhirnya aku lulus dengan nilai terbaik di sekolah. Dan Calisa ranking kedua disekolahku. Malam itu aku dan Calisa duduk berdua di bawah pohon mangga di belakang sekolah. Hari ini tepat 17 tahun umur Calisa, aku memberikannya sebuah kalung berbentuk liontin hati. Aku berharap dia akan selalu mengingatku. aku tau Calisa akan kuliah di luar negeri. Dan aku masih tetap di sini. "Calisa, jangan lupakan aku ya?" kataku dengan tersenyum. "Iya yo, aku gak akan bisa ngelupa'in kamu dari hidupku" jawabmu juga sambil tersenyum. "Terima kasih kalungnya ya? aku suka banget" "Iya Cal, ini kan hari ulang tahunmu, aku ingin ngasih sesuatu yang spesial buat kamu" kataku sambil tersenyum. Kau membalas senyumku. "Kamu masih mau  bersama denganku kan?" katanya dengan mata sayu. "Yaiyalah..." kataku bersemangat. Tiba tiba kau memelukku dan menangis. "Aku sayang kamu Aryo" katanya sambil tersedu. "Iya Cal, aku juga sangat sayang padamu" sambil kubalas pelukannnya. aku coba untuk menenangkannya. "Aku akan menjagamu Cal, ya, walaupun kita terpisah" "Iya aku pegang janjimu yo" sahutnya sambil masih menangis. "Calisa, aku sayang kamu" sambil melepaskan pelukan Calisa. "Aku juga sayang kamu Aryo" Katanya sambil tersenyum. Aku membalas senyummu.

   Aku pun melambaikan tanganku saat kau berangkat ke Australia dengan pesawat terbang itu. Walaupun kau tak melihatku. Aku kembali pulang dengan menyetir mobilku. Ini hari pertamuku tanpa Calisa. Ini hari pertamaku merasa galau. Ini hari pertamaku sedih karena ditinggal seseorang. Ini hari terburukku.

   1 minggu berlalu, 1 bulan berlalu, 1 tahun berlalu, bertahun tahun telah lalu. Aku tak pernah bertemu denganmu lagi. Aku juga tak bisa menghubungimu lagi. Nomer handphonemu sudah tidak aktif, facebookmu sudah tak bisa, twittermu tak pernah berjalan, kau tak pernah membalas BBM ku. Kukira semua ini telah usai. Aku tak pernah mencoba untuk berpaling darimu. Banyak wanita di kampusku yang mulai menggodaku, tapi aku hiraukan itu karena aku masih cinta padamu. Aku cinta kamu Calisa. Aku begitu menghawatirkanmu. Kucoba untuk mendatangi rumah orang tuamu. Aku tanyakan kabar tentangmu. Mereka bilang kamu akan kembali 1 bulan lagi untuk menyelesaikan tes skripsinya. Aku sangat senang akan hal itu. Aku akan tunggu kamu 1 bulan lagi.

   1 bulan telah berlalu. Aku sudah tak sabar menunggu mu, aku akan menjemputmu di bandara. Tak lama kemudian pesawat yang kau tumpangi mendarat di bandara. Aku melihat keluargamu sudah menjemputmu dan datang menuju pesawatmu. Aku begitu bahagia saat ini. Tapi apa! Aku melihatmu dengan seorang laki laki bule yang tak kukenali.Aku begitu terpukul melihat itu. Kau pun seperti tak berniat untuk melihat ke arahku. Segera aku masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil dengan keasnya. Kujalankan mobilku dengan cepatnya. Hatiku begitu hancur mengingat hal itu. Sesampai di rumah aku langusng membaringkan diriku di tempat tidurku. Aku tak akan menangis walaupun sedih. Aku tak akan frustasi dan bunuh diri meskipun begitu sakit. Hari hari yang kulewati ini rasanya seperti ingin ku sudahi saja. Dulu kau berkata akan selalu menyayangiku, tapi apa!? bukankah kau mencampakkanku?.

   Aku sadar kamu telah meninggalkanku untuk lelaki bule pilihanmu. Tapi bukan aku jika aku putus asa. Diriku adalah lelaki yang penuh dengan semangat. Aku coba beranikan diri untuk mendatangi rumahmu lagi. Mama mu bilang kalau kau sedang berada di taman dengan bule yang baru kutahu namanya.Aku melajukan mobilku menuju taman dimana kamu berada. aku melihatmu sedang duduk di ayunan bersama bule itu. Dulu tempat itu adalah tempat dimana kita selalu menghabiskan waktu setelah pulang sekolah. Aku memberanikan diri untuk menemui mu dan aku sapa kamu. "Calisa?" aku berpura pura tak ingat denganmu. "Iya, siapa ya?" jawabnya. "Aku Aryo. Sudah lupa denganku?" "Ya aympun. Aryo? gimana kabarmu?" "Baik kok, kamu sendiri?" "Baik baik, eh kenalin ini tunanganku Nico." katanya. "Aryo" kataku sambil mengulurkan tanganku. "Nico" dia menjabat tanganku. "Dia ini keturunan Australia, Ayahnya orang Indonesia ibunya orang Australia." kata Calisa. hal itu memang membuatku semakin tak karuan. "I.. Iya... Temen di kampus ya?" jawabku. "Iya yo, sudah lama kenal sih, soalnya dia doang yang bisa bahasa Indonesia, jadi kan lebih gampang ngobrolnya gitu.." katanya sambil tertawa. aku pun masih sanggup tertawa walau sangat menyakitkan. Aku begitu mencintaimu, aku begitu menyayangimu, aku sangat membutuhkanmu. Tapi kenapa kau meninggalkan ku?  tapi mengapa kau mengingkari janjimu? tapi mengapa kau menghancurkan hidupku?. Aku benci padamu.

   Hari mulai sore, aku tinggalkan kedua pasangan itu. Dengan perasaan yang tak karuan kembali aku lajukan mobilku dengan sangat kencang. Tak sadar aku mulai menumpahkan air mataku. Kemabali kuingat kenangan kita saat disekolah. Kami bercanda bersama, pulang sekolah berboncengan, jajan di kantin bersama, dihukum karena terlambat pelajaran, tertawa bersama, semua kenangan itu seakan akan hancur saat aku melihatmu bersamanya. Tanpa sadar aku melajukan mobilku dengan kerasnya aku menabrak sebuah pembatas jalan dan membuatku tak sadarkan diri. Akhirnya akupun dilarikan kerumah sakit karena lukaku yang sangat parah. Selama 1 minggu aku koma dan tak sadarkan diri. Perlahan lahan aku bisa bangun dan kulihat Calisa sedang tertidur di sisiku dengan menggenggam tanganku. Dengan keadaan sangat lemas aku tersenyum melihat itu. Kemudian aku balas genggaman tangan Calisa yang tertidur disampingku. Calisa pun terbangun dan melihatku tersenyum. Dia pun segera menangis dan memelukku. "Maafkan aku yo, aku telah mengingkari janji ku... Aku sudah menghianatimu... huhuuhuuu " katanya sambil menangis. "Tidak apa apa Calisa, aku akan senang melihatmu bahagia bersama Nico.." jawabku dengan suara berat. "Aku tak akan bahagia bersama Nico yo, aku ingin bahagia bersamamu, selamanya." jawabnya sambil tersenyum. "Tidak Cal, aku tak mau keberadaanku mengusik hubungan kalian." "Kamu lihat ini" katanya sambil menunjukan kalung berbentuk liontin hati pemberianku di hari ulang tahunnya yang ke tujuh belas. "Aku tetap menyimpan ini yo, aku masih sangat sayang padamu, aku sungguh mencintaimu." sambungnya sambil menangis. "Terima kasih Calisa, aku juga masih sangat menyayangimu dan mencintaimu." "Terima kasih Aryo..." jawabnya dengan senyuman.

    Dan kemudian aku sembuh dan bisa keluar rumah sakit. Aku kemudian bergandeng tangan dengan Calisa saat keluar rumah sakit. Masih dengan senyuman manisnya. Kemudian aku keluar dan mengajak Calisa untuk mengenang semua kenangan indah kita di taman dekat sekolah dimana kita sering menghabiskan waktu sepulang sekolah dulu. Kita kembali mengenang masa masa menyenangkan seperti dulu. Saat itu juga aku mengucapkan janji ku kembali. Ya janji akan mencintai dan menjaganya selamanya. Dia pun demikian. Tak lama kemudian aku bertunangan dengannya. Saat bahagia seperti ini aku mengambil gitar dan bernyanyi untuknya. Lagu kesukaanku, When I see you smile dari Bad English

Sometimes I wonder
How I’d ever make it through,
Through this world without having you
I just wouldn’t have a clue


‘Cause sometimes it seems
Like this world’s closing in on me,
And there’s no way of breaking free
And then I see you reach for me


Sometimes I wanna give up
I wanna give in,
I wanna quit the fight
And then I see you, baby
And everything’s alright,
everything’s alright


When I see you smile
I can face the world, oh oh,
you know I can do anything
When I see you smile
I see a ray of light, oh oh,
I see it shining right through the rain
 

When I see you smile
Oh yeah, baby when I see you smile at me


Baby there’s nothing in this world
that could ever do
What a touch of your hand can do
It’s like nothing that I ever knew


And when the rain is falling
I don’t feel it,
’cause you’re here with me now
And one look at you baby
Is all I’ll ever need,
you’re all I’ll ever need



Sometimes I wanna give up
I wanna give in,
I wanna quit the fight
And then I see you baby
And everything’s alright,
everything’s alright

So right…




    Dan kami pun berbahagia, akhirnya kami menikah. Kami dikaruniai 2 anak laki laki dan perempuan. Kami beri nama Rhadi dan Bunga. Kami mulai membuka usaha jual perhiasan. Dan kami sangat bahagia sekali. Aku ingin kau tau Calisa, aku ingin selalu menjagamu dan mencintaimu. Sementara di jauh sana, Nico si bule malang itu kembali ke Australia dengan perasaan yang sama yang pernah kualami sebelumnya. Hehehehe :D













Cinta tak akan tumbuh jika kita tak pernah menanamnya, Cinta juga tak akan berbunga jika kita tak merawatnya. Selamat berkenalan dengan hal menakjubkan yang sering disebut Cinta :*








Komentar

Postingan Populer