Review Revolvere Project by Renno
Nama saya Renno Hadi Ananta .Saya hanyalah seorang remaja yang sangat terobsesi menjadi dewasa. Umur saya 14 tahun. Saat ini saya akan melangkahkan kaki ke SMA. Saya sangat terobsesi sekali dengan salah satu jurinya. Ya mas Fahd Djibran. Saya mulai mengetahuinya saat dia membuat kerja sama dengan salah satu idola saya. Bondan Prakoso and Fade 2 Black. Ya. Hidup Berawal Dari Mimpi. Sekarang saya menjadi sangat terobsesi untuk menulis. Saya mulai membuat cerita cerita pendek yang sudah saya publish di blog saya ini. Saya kira basa basinya sudah usai. Saatnya review Revolvere Projectnya mas Fahd Djibran, Fiersa Besari dan Fatih Aljihadi
Pertama. Untuk Revolvere Project yang berjudul "Kau Yang Mengutuhkanku". Mungkin satu kata yang akan mewakili segalanya. Romantis. Ya, sangat romantis, setelah melihat video itu otak saya bekerja. Membayangkan hal itu terjadi pada saya dan pacar saya tercinta. Yang selalu saya rindukan.
Dentingan gitar dan suara penuh kerinduan yang di bawakan oleh mas Fiersa Besari seperti mengetuk pintu otakku. Gambar gambar sederhana penuh makna yang diambil oleh mas Fatih Al Jihadi yang menyegarkan mata. Kata kata dan kalimat yang dirangkai mas Fahd Djibran sangat sangat membuat hati terlarut dalam indahnya kata kata.
Saya sadar. Sebuah cinta sebenarnya tak membutuhkan ciuman atau pelukan yang mesra. Sebuah cinta hanyalah membutuhkan kerinduan dan doa dari kedua sisi manusia yang berbeda. “Kerinduan pertama tersebab kita pernah merasakan sesuatu dan kita menginginkannya kembali. Kerinduan kedua tersebab kita tak pernah mengalaminya dan benar-benar ingin merasakannya, setia menunggu dalam penantian yang lugu.”. Aku juga setuju yang kedua. Sama seperti kedua tokoh yang tak kuketahui namanya.
"Pagi-pagi, selepas sembahyang, aku akan mendoakanmu dan kamu mendoakanku. Hingga pada saatnya sebuah SMS akan tiba, berisi tiga kata seperti biasanya: aku cinta kamu." Sama seperti yang aku alami 1 bulan yang lalu. Hal itu mengigatkanku. Pada seorang yang pernah mengisi hatiku. Ada lagi yang membuatku senyum senyum sendiri. “Yang penting bukan itu. Apa artinya kita berdua, bermesraan, tapi tak pernah saling mendoakan?”. Ya. Perbedaanya hanyalah dia yang mengatakan itu padaku.
Ah, cinta memang milik kita bertiga. Aku, Kamu, dan tuhan. Apa itu benar?. Saya tak bisa memberi persepsi dengan semudah itu. Tapi hanya memberi pendapat. Saya yakin mas mas ini bisa menerima pendapat saya. :)
Suasana yang tergambar memang sangat romantis. Dengan masih gambar hitam putih yang terkesan sangat menyentuh. Atau itu salah satu pengalaman ya dari mas masnya ini? hahaha saya tak harus tau. Tapi sungguh itu sangat hebat. Sepasang kekasih yang sempurna. Saling mengutuhkan dan mendoakan. Itu hebat. Masih bisa menahan nafsu dalam cinta. Terkadang saya bingung. Apakah nafsu ada karena cinta ataukah cinta ada karena nafsu? pertanyaan yang sepele tapi sampai sekarang saya belum bisa menyimpulkan. Atau barangkali mas Fahd dan kawan kawan bisa memberikan jawabannya. :)
Saat melihat video itu mataku seolah tak berkedip. Otakku terus bekerja membaca dan mengilhami semua kata kata itu. Lagu dari mas Fiersa Besari sebenarnya sangat simple tapi dinyanyikan dengan suara yang menyejukkan hati. Jadi nge fans saya dengan mas Fiersa. Aku sadar betapa tulusnya cinta yang sempurna. Bertahanlah, sebentar lagi, sampai kau mengikat diriku... Video itupun habis.
Kedua. Untuk Revolver Project yang berjudul "Apologia Untuk Sebuah Nama". Setelah melihat Video itu, saya sadar! Betapa besar kasih sayang ibu itu kepada kami. Sudah berulang kali saya melihatnya. Ternyata ada satu kesalahan kecil. Seorang ibu yang berbaju hitam salah mengucapkan kalimatnya. Dia mengatakan "Sembilan bulan ya melahirkan". Tidak usah dijelaskan letak kesalahannya. Pasti juri juri yang ganteng dan keren ini pasti sudah tau. :) Jika disinggung masalah lainnya. Itu perfect. Perfect banget.
Sebuah video yang dimana efek musikalnya masuk ke dalam telinga dan berhenti diotak, kemudian masih terngiang ngiang dikepalaku. Tulisan tulisan yang terselip juga sangat menyentuh hati. Sempat saya menitihkan air mata. Saya belum pernah mengalami hal seperti itu. Tapi pasti suatu hari nanti saya akan mengalaminya. Semua yang dikatakan kedua ibu di video itu sama seperti yang pernah dikatakan oleh ibu saya. Dan hal itu yang membuat saya jadi menitihkan air mata ketika melihat video itu.
Saya juga sering Nge-Share video itu kepada teman teman saya. Mereka ternyata sama. Terimakasih mas mas dari Revolvere Project yang sudah membuat saya menitihkan air mata bahagia. Dengan ini saya sadar betapa besar cinta mama :) …
"Seburuk apapun kau memperlakukannya, Ibu akan tetap bangun pagi untuk sembahyang: mendoakan segala yang terbaik untukmu. Lalu memasak—menyiapkan sarapan untukmu. Kemudian mencuci, menyetrika pakaianmu, melepasmu pergi dengan senyuman dan lambaian, mencemaskanmu, menunggumu pulang, menceritakan semua prestasimu pada teman-teman dan tetangganya, merawatmu ketika sakit, atau dengan lugu meminta maaf: “Maaf barangkali Ibu belum bisa membahagiakanmu.” Sejahat itukah saya? Dan sesucikah ibu saya?. Saya benar benar sangat merasa sangat kecewa dengan diri saya sendiri. Saya telah mengecewakan ibu saya.
"Ya, barangkali ibu kita memang bukan ibu terbaik di dunia, sebab kita juga bukan anak terbaik di dunia. Ibu tak pernah menghitung apapun untuk tulus mencintai kita. Maka tak perlu menghitung apapun, cintailah ia dengan sederhana—sejauh yang kita bisa". Benar sekali apa yang sudah dituliskan oleh mas Fahd Djibran ini.
Tak banyak yang harus di kritik. Tapi untuk memujinya. Tak terbatas. Tak bisa diungkapkan oleh kata kata. Bukan karena tekhnologi yang sangat keren. Bukan karena gambar gambar yang sangatbagus. Bukan karena suara suara nyanyian yang begitu menyentuh hati. Bukan juga karena tulisan tulisan yang sangat indah dan bermakna. Tapi yang diperlukan kesadaran para pembaca ataupun penikmat video ini. Kesadaran akan berartinya emak, bunda, mama, umi, ibu, atau apalah itu. Wanita terhebat dari hidup kita.
Pertama. Untuk Revolvere Project yang berjudul "Kau Yang Mengutuhkanku". Mungkin satu kata yang akan mewakili segalanya. Romantis. Ya, sangat romantis, setelah melihat video itu otak saya bekerja. Membayangkan hal itu terjadi pada saya dan pacar saya tercinta. Yang selalu saya rindukan.
Dentingan gitar dan suara penuh kerinduan yang di bawakan oleh mas Fiersa Besari seperti mengetuk pintu otakku. Gambar gambar sederhana penuh makna yang diambil oleh mas Fatih Al Jihadi yang menyegarkan mata. Kata kata dan kalimat yang dirangkai mas Fahd Djibran sangat sangat membuat hati terlarut dalam indahnya kata kata.
Saya sadar. Sebuah cinta sebenarnya tak membutuhkan ciuman atau pelukan yang mesra. Sebuah cinta hanyalah membutuhkan kerinduan dan doa dari kedua sisi manusia yang berbeda. “Kerinduan pertama tersebab kita pernah merasakan sesuatu dan kita menginginkannya kembali. Kerinduan kedua tersebab kita tak pernah mengalaminya dan benar-benar ingin merasakannya, setia menunggu dalam penantian yang lugu.”. Aku juga setuju yang kedua. Sama seperti kedua tokoh yang tak kuketahui namanya.
"Pagi-pagi, selepas sembahyang, aku akan mendoakanmu dan kamu mendoakanku. Hingga pada saatnya sebuah SMS akan tiba, berisi tiga kata seperti biasanya: aku cinta kamu." Sama seperti yang aku alami 1 bulan yang lalu. Hal itu mengigatkanku. Pada seorang yang pernah mengisi hatiku. Ada lagi yang membuatku senyum senyum sendiri. “Yang penting bukan itu. Apa artinya kita berdua, bermesraan, tapi tak pernah saling mendoakan?”. Ya. Perbedaanya hanyalah dia yang mengatakan itu padaku.
Ah, cinta memang milik kita bertiga. Aku, Kamu, dan tuhan. Apa itu benar?. Saya tak bisa memberi persepsi dengan semudah itu. Tapi hanya memberi pendapat. Saya yakin mas mas ini bisa menerima pendapat saya. :)
Suasana yang tergambar memang sangat romantis. Dengan masih gambar hitam putih yang terkesan sangat menyentuh. Atau itu salah satu pengalaman ya dari mas masnya ini? hahaha saya tak harus tau. Tapi sungguh itu sangat hebat. Sepasang kekasih yang sempurna. Saling mengutuhkan dan mendoakan. Itu hebat. Masih bisa menahan nafsu dalam cinta. Terkadang saya bingung. Apakah nafsu ada karena cinta ataukah cinta ada karena nafsu? pertanyaan yang sepele tapi sampai sekarang saya belum bisa menyimpulkan. Atau barangkali mas Fahd dan kawan kawan bisa memberikan jawabannya. :)
Saat melihat video itu mataku seolah tak berkedip. Otakku terus bekerja membaca dan mengilhami semua kata kata itu. Lagu dari mas Fiersa Besari sebenarnya sangat simple tapi dinyanyikan dengan suara yang menyejukkan hati. Jadi nge fans saya dengan mas Fiersa. Aku sadar betapa tulusnya cinta yang sempurna. Bertahanlah, sebentar lagi, sampai kau mengikat diriku... Video itupun habis.
Kedua. Untuk Revolver Project yang berjudul "Apologia Untuk Sebuah Nama". Setelah melihat Video itu, saya sadar! Betapa besar kasih sayang ibu itu kepada kami. Sudah berulang kali saya melihatnya. Ternyata ada satu kesalahan kecil. Seorang ibu yang berbaju hitam salah mengucapkan kalimatnya. Dia mengatakan "Sembilan bulan ya melahirkan". Tidak usah dijelaskan letak kesalahannya. Pasti juri juri yang ganteng dan keren ini pasti sudah tau. :) Jika disinggung masalah lainnya. Itu perfect. Perfect banget.
Sebuah video yang dimana efek musikalnya masuk ke dalam telinga dan berhenti diotak, kemudian masih terngiang ngiang dikepalaku. Tulisan tulisan yang terselip juga sangat menyentuh hati. Sempat saya menitihkan air mata. Saya belum pernah mengalami hal seperti itu. Tapi pasti suatu hari nanti saya akan mengalaminya. Semua yang dikatakan kedua ibu di video itu sama seperti yang pernah dikatakan oleh ibu saya. Dan hal itu yang membuat saya jadi menitihkan air mata ketika melihat video itu.
Saya juga sering Nge-Share video itu kepada teman teman saya. Mereka ternyata sama. Terimakasih mas mas dari Revolvere Project yang sudah membuat saya menitihkan air mata bahagia. Dengan ini saya sadar betapa besar cinta mama :) …
"Seburuk apapun kau memperlakukannya, Ibu akan tetap bangun pagi untuk sembahyang: mendoakan segala yang terbaik untukmu. Lalu memasak—menyiapkan sarapan untukmu. Kemudian mencuci, menyetrika pakaianmu, melepasmu pergi dengan senyuman dan lambaian, mencemaskanmu, menunggumu pulang, menceritakan semua prestasimu pada teman-teman dan tetangganya, merawatmu ketika sakit, atau dengan lugu meminta maaf: “Maaf barangkali Ibu belum bisa membahagiakanmu.” Sejahat itukah saya? Dan sesucikah ibu saya?. Saya benar benar sangat merasa sangat kecewa dengan diri saya sendiri. Saya telah mengecewakan ibu saya.
"Ya, barangkali ibu kita memang bukan ibu terbaik di dunia, sebab kita juga bukan anak terbaik di dunia. Ibu tak pernah menghitung apapun untuk tulus mencintai kita. Maka tak perlu menghitung apapun, cintailah ia dengan sederhana—sejauh yang kita bisa". Benar sekali apa yang sudah dituliskan oleh mas Fahd Djibran ini.
Tak banyak yang harus di kritik. Tapi untuk memujinya. Tak terbatas. Tak bisa diungkapkan oleh kata kata. Bukan karena tekhnologi yang sangat keren. Bukan karena gambar gambar yang sangatbagus. Bukan karena suara suara nyanyian yang begitu menyentuh hati. Bukan juga karena tulisan tulisan yang sangat indah dan bermakna. Tapi yang diperlukan kesadaran para pembaca ataupun penikmat video ini. Kesadaran akan berartinya emak, bunda, mama, umi, ibu, atau apalah itu. Wanita terhebat dari hidup kita.




Bagus, Semoga kita saling mendoakan seperti dalam postingan kang fahd, Keinginan. :D
BalasHapus:) terimakasih ya! punya kamu juga okey! :D
BalasHapus