Friendenemy!

  "Anjing lo! Gak usah kenal gue lagi!" kataku sambil menunjuk kearah Ahmad. "Maksudmu apa sih Ar?" Ahmad nampak ketakutan. "Lo sombong banget! Gue tau lo pinter! Lo ganteng! Cewek cewek banyak suka ama lo!" aku semakin menggertak. "Maafin gue Ar kalo gue punya salah, tapi gue gak bermaksud buat sombong kok ama lo" Ahmad memelas. "Masa bodoh!" aku meninggalkan Ahmad yang tertunduk.

  Ahmad memang sangat sombong. Sombong sekali. Yah mentang mentang dia udah dapet peringkat pertama dikelas. Sejak itu pula dia semakin sombong. Berbeda dengan yang dulu. Nilai ulangan hariannya selalu tinggi. Dia disukai banyak teman. Banyak cewek yang kagum padanya. Sedangkan aku? Aku selalu mendapat nilai yang rendah. Teman teman membenciku. Guru guru selalu menghukumku. Bahkan tak ada satupun cewek yang suka padaku. Sial!

  "Arya pulang bareng yuk" ajak Ahmad yang datang dari sampingku. "Gak usah! Gak perlu! Gue bisa jalan kaki sendiri!" jawabku ketus. "Oh gitu? yaudah duluan ya..." kata Ahmad selagi melajukan sepeda motornya.
"Sombong banget sih!" batinku.

  Dulu memang persahabatnku dengan Ahmad baik baik saja. Tapi Ahmad sudah berubah. Bukan Ahmad yang kukenali dulu. Bukan Ahmad yang sering dihukum bersamaku. Bukan Ahmad yang selalu mengerjai guru di sekolahan. Bukan Ahmad yang suka menggoda wanita di kelas. Ahmad yang sekarang memang berbeda. Dia dipuji. Dia disukai. Dia disegani. Ya. Bukan yang seperti dulu lagi. Aku benci Ahmad yang sekarang.

   "Ahhh Dia pikir siapa dia!?" Pikiran pikiran jahat sudah merasuki tubuhku. Kuambil sebuah kerikil kecil dibawah kakiku. Ku lemparkan ke sungai yang mengalir deras di samping kiriku. "Hoyy! Anjrit! Siapa nih!? Sialan banget!" terdengar teriakan dari bawah sungai. "Aduh? Kaya kenal tuh suara. Jangan jangan?" pikiranku tak enak. "Eh elu ya Ar!? Sialan luh! Enak enaknya kencing malah lu lempar! Awas lu ya!" Bang Codet yang terkenal preman keluar dari semak semak di samping sungai. "Ampun bang! Saya gak sengaja.." aku coba memohon. "Enak aja lu!" kata Bang Codet geram. Aku mulai ketakutan. "Maaf bang saya gak sengaja.. Sumpah deh.." aku terus memohon. "Lu dari mana lewat sini?" kata Bang Codet. "Ba.. Baru pulang sekolah bang.." aku gemetaran. "Oh.. Bawa uang dong.. Khekhekhee" Bang Codet terkekeh. "Mana uang lu!" bentaknya keras. "Cuman ini doang bang.." kataku sambil menyodorkan uang lima ribuan. "Apaan nih? Buat beli rokok aja masih kurang nih!"gertak Bang Codet. "Cuman itu bang uang saya" aku memelas. "Kesiniin jam ama sepatu lo" "Lumayan bisa dijual buat judi nanti malem hahaha" tawanya. Dengan berat hati ku berikan jam tangan dan sepatuku. "Udah pergi sono! hahahaa" Bang Codet menendangku hingga terjungkir.

  "Sial!" "Ini pasti gara gara Ahmad!" umpatku sambil memegang sikuku yang sedikit lecet. "Gara gara dia nih! gue sial gini!". Aku masih saja membenci Ahmad.

  Sampai pada pagi harinya...

   "Mad! Sialan lu! Gara gara lu kemarin gue di hajar ama Bang Codet!" kataku sambil menunjuk Ahmad. "Apa maksudmu Ar?" Ahmad mulai bingung. "Lu tau gak!? Lu tuh sekarang sombong banget! Gak kayak lu yang dulu!" aku terus mengecam Ahmad. "Aku tak paham maksudmu Ar.." Ahmad berdiri. "Ah! Lu masih gak paham paham ya!" Aku mulai emosi. "Ya apa salahku?" tanya Ahmad. "Apa salahmu!?" "Ini salahmu!" kataku sambil meninju Ahmad. Ahmad hanya tersenyum. Dia menahan pukulanku. "Sudahlah Ar.. Maafkan aku, aku memang sudah berubah" kata Ahmad santai. Aku hanya tertunduk. "Aku tau Ar.. Kamu pasti membenciku.. Aku sekarang sudah berubah menjadi orang yang rajin, bukan orang yang malas seperti dulu.." "Tapi.. Apa aku salah berubah menjadi lebih baik?" sambug Ahmad. Aku masih diam. "Bukankah sahabat yang baik akan selalu membantu temannya?" tanya Ahmad. Aku kehabisan tenaga. "Sadarlah Ar.. Aku ingin berubah. Berubah jadi lebih baik dan menjadi yang terbaik." kata Ahmad. "Lalu.. Apa kau akan meninggalkanku?" tanyaku. Ahmad hanya tersenyum. "Aku hanya akan meninggalkan duniamu tanpa meninggalkanmu sebagai sahabat terbaikku" kata Ahmad sambil tersenyum. Aku tersenyum. "Maafin gue ya mad.. Lu bener.. Bukan lu yang berubah.. Tapi dunia lu yang berubah.. Dan perubahan itu indah Mad.." Aku tersenyum puas. Kulepaskan tanganku.

  "Makasih Mad.." Aku memeluk Ahmad. "Iya.. Kita adalah sahabat! Dan sahabat tak akan membiarkan sahabatnya dalam kehancuran" "Dan terimakasih juga kamu sudah mau menjadi sahabatku Ar.." sambung Ahmad. "Iya! Gue juga makasih banget ama lu!" aku menepuk punggung Ahmad. "Eh lu janji ya jadi sahabat gue?" kataku sambil melepaskan pelukan. "Tak bisa di ingkari" kata Ahmad sambil tersenyum. "Yeah" aku tertawa. Dan kita melakukan tos rahasia kita.

Do you know the enemy?
Do you know your enemy?
Well, gotta know the enemy, wah hey

Do you know the enemy?
Do you know your enemy?
Well, gotta know the enemy, wah hey

Do you know the enemy?
Do you know your enemy?
Well, gotta know the enemy, wah hey

Violence is an energy
Against the enemy
Well, violence is an energy, wah hey
Bringing on the fury

The choir infantry
Revolt against the honor to obey
Overthrow the effigy

The vast majority
Well, burning down the foreman of control

Silence is the enemy
Against your urgency
So rally up the demons of your soul

Do you know the enemy?
Do you know your enemy?
Well, gotta know the enemy, wah hey

Do you know the enemy?
Do you know your enemy?
Well, gotta know the enemy, wah hey

The insurgency will rise
When the blood’s been sacrificed
Don’t be blinded by the lies in your eyes
Sing!

Well, violence is an energy, oh ay, oh ay
Well, from here to eternity, oh ay, oh ay
Well, violence is an energy, oh ay, oh ay

Well, silence is the enemy so gimme gimme revolution!
Do you know the enemy?
Do you know your enemy?
Well, gotta know the enemy, wah hey

Do you know the enemy?
Do you know your enemy?
Well, gotta know the enemy, wah hey

Do you know the enemy?
Do you know your enemy?
Well, gotta know the enemy, wah hey

Overthrow the effigy
The vast majority
Burning down the foreman of control
Silence is the enemy

Against your urgency
So rally up the demons of your soul



Persahabatan akan menghancurkan hidupmu jika kamu menghancurkan sahabatmu! 

Komentar

Postingan Populer