Ah September~

Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when September ends

like my father's come to pass

seven years has gone so fast
wake me up when September ends



Apa sudah usai? Apa aku boleh membuka mataku sekarang? Apa diluar sudah aman?. Pertanyaan seperti ini selalu membayangi diriku. Selalu menghantuiku saat tertidur. Tapi aku belum yakin keadaan sudah tenang. Aku tak percaya!


here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are

as my memory rests

but never forgets what I lost
wake me up when September ends


Ah~ Kenangan itu... Bagiku kenangan adalah sebuah memory card yang bisa tersimpan rapi dalam sebuah alat yang kusebut waktu. Terkadang kubuka kenangan itu lagi. Manis, pahit, asam dan tak berasa. Itu juga kenangan. Tapi sungguh! September ini penuh dengan kenangan. Tentang pahitnya dihianati.

Ah~ Kamu tak perlu tau penghianatan itu. Aku yakin kamu pasti akan tau nanti. Ya nanti.. Nanti sampai kamu merasakannya. Tapi sungguh aku berdoa pada tuhan agar kamu tak merasakan apa yang kurasakan. Aku tersenyum. :) 

Hari itu aku menemuimu. Aku sudah tau. Bahkan aku sangat tau hari itu adalah hari ulang tahunmu. Setangkai bunga mawar merah kesuukaanmu dan sebuah boneka berbentuk love sudah ada di genggamanku. Aku sudah tepat didepan rumahmu. Aku masuk kerumahmu yang tak terkunci. Tak ada perasaan yang kurasakan. Dengan mantap aku masuk kerumahmu. Mengetuk pintumu. Hei? Mengapa tidak terkunci. Sejenak pikiranku mulai tak beraturan. Mengapa rumahmu acak acakan? Aku menuju ruang tengah. Aku melihatmu tertunduk lesu di sofa. Telivisi masih menyala. Ada secarik kertas yang tersangkut di bajumu yang sudah compang camping. "Maaf banget gw udah bunuh pacar lo! Hahaha pacar lo enak juga broo! Nyesel lo gak pernah nyoba Hahahaha" kata yang tertulis di kertas itu. Aku goyangkan tubuhmu. Kamu jatuh tersungkur ke tanah dengan luka bekas tusukan di perutmu. Aku menangis!. Seperti saat kehilangan ayahku dulu~

Ah September! Ah musim semi! Ah kamu! Persetan dengan kalian! Kalian yang sudah menghancurkan hidupku! Aku ingin tidur! Jangan bangunkan aku sampai September ini datang untuk membunuhku! Secara perlahan~

summer has come and passed
the innocent can never last
wake me up when September ends

ring out the bells again
like we did when spring began
wake me up when September ends

here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are


Lalu hari ini hari pemakamanmu. Aku masuk kedalam rumah duka. Keluarga, Teman SMA kita, dan para kolega sudah membaca kalimat takbir. Aku duduk di pojok. Lalu tak terasa bibirku mulai bergetar. Air mata mulai menetes. Sejenak aku terbayang~ Tentang kenangan kita. Di September kelam ini.

as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when September ends

Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when September ends


Kamu berjalan sambil menggandeng tanganku. Sebuah buku diarymu di tangan yang lainnya. Kita berjalan sambil mendengarkan musik dari earphone yang terpasang di salah satu sisi telingaku dan juga telingamu. Lalu kamu mengatakan sesuatu. "Sayang, menurutmu apa yang lebih indah daripada cinta kita?". Aku terdiam. Berusaha keras untuk mencari jawaban yang benar benar tepat. "Mungkin waktu" jawabku singkat. "Waktu? Mengapa?" tanyamu dengan penuh pertanyaan. Aku tersenyum. "Karena dengan waktu kita bisa ada disini" "Dan mungkin hanya waktu yang akan menjaga kita agar selalu bergandengan seperti ini. Mungkin selamanya" jelasku. Kamu tersenyum. Sepertinya kamu sangat puas dengan jawabanku. Lalu genggaman tangan ini semakin erat. Dan sangat sulit untuk dilepaskan.

Ah~ Hembusan musim gugur ituu...
Membuatku ingin tertidur...
Aku pejamkan mata ini lagi
Mencoba melupakan kejadian paling kelam
Tolong aku...
Bangunkan aku saat September benar benar sudah berakhir :'

like my father’s come to pass
twenty years has gone so fast
wake me up when September ends
wake me up when September ends
wake me up when September ends

Summer has come and passed.
The innocent can never last.
Wake me up,
When September ends.

Ring out the bells again.
Like we did when spring began.
Wake me up,
When September ends.

Here comes the rain again,
Falling from the stars;
Drenched in my pain again,
Becoming who we are.

As my memory rest,
But never forgets what I lost.
Wake me up,
When September ends.

Summer has come and passed.
The innocent can never last.
Wake me up,
When September ends.

Like my father's come to pass.
Twenty years has gone so fast.
Wake me up,
When September ends.
Wake me up,
When September ends.
Wake me up,
When September ends....






 

Komentar

Postingan Populer