15—

Lahir—. Bukan sebuah kesalahanmu jika kau terlahir dalam kemiskinan dan kesengsaraan. Tapi jika kau hidup dan mati dalam kemiskinan dan kesengsaraan itu adalah salahmu!’

   Terbangun pada Desember memang sangat menyenangkan. Membuka mataku dan menyapa genangan air sisa hujan tadi malam. Bernafaspun terasa berbeda. Aroma aroma kedamaian sungguh terasa. Hanya di Desember dan cukup Desember.

   Apa kalian sama sepertiku? Aku sangat mencintai bulan Desember. Hujan, dingin dan peristiwa adalah pelengkap Desember. Tapi bukan itu yang membuatku begitu mencintainya. Tapi tanpa Desember mungkin aku juga tak pernah ada di dunia. Ya Rabu, 31 Desember 1997 seorang bayi lelaki telah lahir secara caesar dari rahim ibunya. ‘Menangislah yang keras nak, aku tau kau lelaki yang akan melebihi bapakmu’. Lalu seorang lelaki menggendong bayi itu dan membisikkan sebuah lagu syahdu, 

“Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahhu Akbar Allahu Akbar.
Asyahdu alla illa haillallah, Asyahdu alla illa haillallah.
Asyahdu anna muhammadar rasullullah, Asyahdu anna muhammadar rasullullah.
Hayalassalah, Hayalassallah.
Hayallalfalah, Hayallalfalah.
Allahu Akbar, Allahu Akbar.
La Ilahaillallah..” 


   Bayi itu diletakkan pada perut ibunya kembali. Begitu hangatnya pelukan ibunya. Bayi itu mencari cari air susu yang kelak akan menjadikannya lelaki yang kuat. Ibu itu tersenyum melirik ke suaminya itu dan berkata “Anak bernama Renno ini pasti akan berhasil”. Sang suami hanya tersenyum dan mengangguk. Tak berapa lama Renno kecil itu dipisahkan dari ibunya dan diletakkan di tempat yang berbeda, bersama bayi bayi bahagia yang lahir saat itu. Dan aku begitu bahagia menjadi Renno yang lahir dan tumbuh dari keluarga yang begitu mulia. Sungguh aku bersyukur.

   Kini aku sudah bisa berjalan, berlari, naik sepeda dan memboncengkan ibu untuk berbelanja ke pasar. Tapi inilah hidup, seringkali aku masih kufur dengan hidup ini. Aku selalu minta lebih. Seringkali lupa akan nikmat dan berkah yang diberikan Tuhan  untukku. Sekarang aku sudah lebih dewasa untuk lebih mensyukuri hidup. Sebuah pertanyaan terombang ambing di otakku. Mengajariku untuk selalu bersyukur. ‘Berapa jumlah pori pori di seluruh kulitmu yang membantumu mengeluarkan keringat, berapa helai rambut dikepalamu yang melindungimu dari panas, lalu alismu, dan kau masih bernafas tanpa membayar pada Tuhan, di izinkan mendengar suara suara keindahan, melihat cakrawala, mencium wewangian yang menenagkan, merasakan sentuhan. Dan kau masih bisa merasakan mencintai dan dicintai. Ah manusia terlalu sombong untuk mengakui itu!’



Proses— 15 tahun itu...

   15tahun— 15 tahun, itu setara dengan 180 bulan, atau 720 minggu, atau 5040 hari, atau 60480 jam, atau 3628800 menit dan sebanyak 217728000 detik. Entahlah, mengapa tuhan begitu baik padaku. Memberiku waktu yang begitu berharganya secara cuma cuma. Dan tentunya aku bersyukur akan waktu yang berharga itu. Tapi hidup terbagi menjadi kualitas dan kuantitas. Terkadang 15 tahun terasa sangat muda untuk mereka yang selalu merayakannya tetapi juga 15 tahun terasa begitu dewasa bagi orang yang selalu mensyukurinya. Hidup terlalu berharga kalau sekedar di rayakan. Kuharap kalian paham akan apa maksudku :)

‘Hidup itu bukan kita lihat pada hasil yang kita capai, tapi hidup adalah tentang bagaimana kita meraih kejayaan dan kebahagiaan kita! Ya, hidup adalah proses!’

   Apa istimewanya 15? Tak ada yang istimewa disini, tak ada yang spesial disini, dan tak ada yang perlu ku banggakan tentang 15. Dan kembali lagi pada perkataanku sebelumnya. Hidup adalah proses!. Jika aku mengatakan 15 tahun, mungkin akan terasa biasa saja, tapi apa kalian tidak merasa hebatnya proses menuju 15 tahun? Sungguh! Tak ada yang mudah!.

   Tapi tersenyumlah, hidup memang tak selalu berjalan dengan apa yang kau mau. Terkadang hidup juga perlu melawan arus kehidupan. Percayalah tuhan tak pernah tidur dan tak pernah melupakanmu. Apabila doa doamu belum terkabulkan pikirkan saja, mungkin Tuhan tau kau bisa menghadapi masalah ini tanpa bantuannya. Tuhan sayang padamu. Hanya saja kau yang tak pernah tau.
Hahaha aku masih ingat saat aku duduk bersama ayahku di warung makan langganan bapakku. Dan saat itu kaki kecilku masih belum bisa menyentuh lantai. Kira kira 10 tahun yang lalu...
“Pak, Aku pingin jadi kayak Bapak” kataku.

Bapak tersenyum sambil mengusab bibirnya dengan tisu. “Jadi sepertiku?”

Aku mengangguk.
“Kau harus lebih dari bapak nak” Bapak mengelus rambutku.

“Tapi bapak kan orang kaya, bisa beli ini itu, iya kan pak?” kataku polos.

“Sudahlah nak, bapak adalah bapak yang paling beruntung punya anak seperti mu. Dan kau harus tau nak, merupakan sebuah kewajiban bagi seorang pria untuk bisa melebihi bapaknya!”.

Aku hanya mengangguk. “Dan bapak tau, kau adalah salah satu anak yang mempunyai kewajiban itu!” kata bapak dengan tersenyum.

Aku tersenyum. Walau sebenarnya tak terlalu paham dengan perkataan bapak.




    ‘Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi Dewasa— adalah pilihan’ Begitulah adanya.
   
    15— Saat menghadapi masalah sisi kedewasaan akan diuji. Seseorang yang benar benar dewasa akan menyelesaikan masalah dengan mudahnya. Ya dia akan menganggap masalah besar adalah masalah yang kecil dan masalah kecil dianggap tak ada!.    
    15—Saat meraih impian seseorang yang sudah dewasa akan memiliki hal besar yang disebut Utopia. Utopia adalah keadaan dimana kau berada 10 langkah dibelakang impianmu kau akan melangkahinya dan kau tinggal selangkah lagi pada impianmu tetapi impianmu juga akan melangkah 10 langkah menjauhimu kembali. Begitu seterusnya. Itu artinya kau dituntut untuk terus melangkah meraih impian itu. Jangan menyerah begitu saja!.
    15—Saat kau benar benar berada pada puncak atau di dasar. Marahlah saat kau ada dibawah, mengeluhlah dan berputus asa-lah sampai kau sadar bahwa semua kesedihanmu tak akan membuatmu untuk lebih baik!. Begitu sebaliknya. Berbanggalah saat kau di atas, berpestalah dan rayakan kemenanganmu sampai kau sadar bahwa hidup hanyalah sementara!.
    15— Saat menyesal. Kau akan menjadi seseorang yang sangat sangat sangat menyesal saat kau sesali penyesalanmu!. Tak ada kata menyesal dalam berusaha!.
‘Buat apa kita mengingat masa lalu yang indah jika kita bisa menciptakan masa depan yang lebih indah?’
‘Buat apa kita menyesali kejadian buruk yang telah terjadi jika kita mampu menciptakan kejadian indah yang akan terjadi?’



‘Apa kedewasaan akan membuat hidup lebih indah?’. Aku tak bisa jelaskan.

Final—
‘Saat nafas terputus, fikiran tak berjalan, tubuh tak bergerak, dan terbujur kaku—‘

31 Desember 2012|13:00. Saat itu aku duduk berdua bersama Ibuku di ruang tamu. Hari ini hari ulang tahunku yang ke 15.

“Kau sudah lahir, kau sudah berusaha, kau sudah bersyukur dan kau sudah dewasa” kata Ibu menepuk pundakku.

“Iya aku tau Bu, terimakasih sudah membuatku begini” Aku tersenyum.

Ibu hanya tersenyum. “Ya, Kau ingin suatu rahasia nak?”

“Apa itu Bu?” “Apa itu penting bagi kehidupan?” tanyaku.

“Ini sama sekali tak ada kaitannya dengan kehidupan, tapi ini terjadi karna kehidupan” kata Ibu.

“Lalu?”

“Hal besar yang disebut Kematian”

Aku terdiam mencoba memahami kata demi kata yang diucapkan Ibu.

“Aku tak paham Bu” Aku menyerah.

“Seseorang akan dikatakan berhasil jika saat mati dia akan menjadi History atau sejarah, bukan hanya menjadi Story atau cerita” “Dan kau tau kan perbedaan History dan Story?” lanjutnya.

Aku tersenyum. “Jadi kita harus berguna bagi orang lain jika ingin dikenang dan menjadi pelajaran bagi orang lain ya Bu? Bukan hanya menjadi sebuah cerita belaka yang tak berguna”.

Ibu mendengar kataku dan tersenyum.


15—
    Saat orang orang berlomba merayakan hari ulang tahunnya. Saat mereka melupakan arti kedewasaan. Saat mereka sudah buta akan artinya bersyukur. Saat mereka menakuti kematian. Tak semua salah mereka, dan akupun tak berhak untuk menyalahkan mereka. Anggap saja mungkin itu cara mereka mensyukuri hari ulang tahunnya. Bertambahlah dewasaaa! :))

‘Terima kasih untuk semua yang sudah membuatku bahagia  bersyukur dalam 15 tahun aku hidup didunia. Bapak, Ibu, Adik keluargaku tercinta. Teman temanku dari kecil sampai dewasa. Kalian yang terbaik! Terimakasih. Untuk guru guru yang sudah mengajariku materi materi duniawi dan akhlak terpuji terimakasih. Dan ehm untuk wanita yang merasa sudah pernah mengisi hidupku sebagai pacarku. Terimakasih kalian sudah mengajariku cara memperlakukan wanita yang baik. Tak lupa aku berterimakasih pada Tuhan Semesta Allah SWT. Yang membuatku hidup untuk bersyukur. Terimakasih :)’

Komentar

Postingan Populer