Jeritan Putih Abu Abu
Sekolah adalah tempatku belajar,
menuntut ilmu untuk menuju kesuksesan.
Guru adalah orang tuaku,
mengajariku hingga aku menau.
Tiap pagi, aku pakai sepatu yang tak pernah lelah menopangku.
Berseragam sebagai tanda kebersamaan.
Pelajaran yang selalu kupahami, karena semangat, yang selalu mengapi.
Andai ku lelah, kebijakan sekolah,
memberikan selang waktu istirahat.
Aku cinta sekolah, yang selalu ada,
tiap aku susah.
Aku senang berada disini, karena sekolah adalah...
.
.
.
Tempatku mulai berubah,
berubah berfikir.
Berfikir untuk diriku,
diriku yang dibodohi.
Dibodohi sistem,
sistem yang rusak.
Kerusakan membuat kebohongan.
Kebohongan membuatku ingin menuliskan persepsi itu.
Terimakasih sekolah! Yang selalu enggan berubah!
Teruntuk kebobrokan sistem ini; beri kami solusi. Bukan janji basi.
menuntut ilmu untuk menuju kesuksesan.
Guru adalah orang tuaku,
mengajariku hingga aku menau.
Tiap pagi, aku pakai sepatu yang tak pernah lelah menopangku.
Berseragam sebagai tanda kebersamaan.
Pelajaran yang selalu kupahami, karena semangat, yang selalu mengapi.
Andai ku lelah, kebijakan sekolah,
memberikan selang waktu istirahat.
Aku cinta sekolah, yang selalu ada,
tiap aku susah.
Aku senang berada disini, karena sekolah adalah...
.
.
.
Tempatku mulai berubah,
berubah berfikir.
Berfikir untuk diriku,
diriku yang dibodohi.
Dibodohi sistem,
sistem yang rusak.
Kerusakan membuat kebohongan.
Kebohongan membuatku ingin menuliskan persepsi itu.
Terimakasih sekolah! Yang selalu enggan berubah!

Komentar
Posting Komentar