Teruntuk; Kenanga
Hai Kenanga, semoga kau masih mengingatku. Aku? Masih.
Kenanga, perjalanan kita sangat indah, tak ada elegi untuk mengisahkannya.
Tapi sayang seribu bayang, rasa itu hilang dalam keraguan, mu.
Perpisahan kita, menjadikan kita terasing.
Perpisahan kita, menjadikan terasing oleh rindu.
Perpisahan kita, menjadikan rindu semakin berarti.
Perpisahan kita, menjadikan arti... Tentang perpisahan.
Kenanga, keputusanmu meninggalkan aku, belum bisa merubah duniaku.
Kebimbangan membawamu, kembali kesini, padaku.
Kau kembali, pada hati yang masih rapuh.
Kau kembali, pada waktu yang masih lumpuh.
Kau kembali, padaku yang masih tersimpuh.
Aku, belum sembuh.
Kenanga, kini aku tak tau apa yang harus kuperbuat.
Bayangmu datang, kala aku menemukan harapan.
Karena untuk melupakan mu butuh waktu,
yang tak singkat.
Walau kisah kita sangat singkat,
melupakanmu tak pernah mudah.
Terimakasih. Untuk kesusahan ini.
Kenanga, aku ingin kau tau, bahwa
Kenanga, perjalanan kita sangat indah, tak ada elegi untuk mengisahkannya.
Tapi sayang seribu bayang, rasa itu hilang dalam keraguan, mu.
Perpisahan kita, menjadikan kita terasing.
Perpisahan kita, menjadikan terasing oleh rindu.
Perpisahan kita, menjadikan rindu semakin berarti.
Perpisahan kita, menjadikan arti... Tentang perpisahan.
Kenanga, keputusanmu meninggalkan aku, belum bisa merubah duniaku.
Kebimbangan membawamu, kembali kesini, padaku.
Kau kembali, pada hati yang masih rapuh.
Kau kembali, pada waktu yang masih lumpuh.
Kau kembali, padaku yang masih tersimpuh.
Aku, belum sembuh.
Kenanga, kini aku tak tau apa yang harus kuperbuat.
Bayangmu datang, kala aku menemukan harapan.
Karena untuk melupakan mu butuh waktu,
yang tak singkat.
Walau kisah kita sangat singkat,
melupakanmu tak pernah mudah.
Terimakasih. Untuk kesusahan ini.
Kenanga, aku ingin kau tau, bahwa


Komentar
Posting Komentar