Puisi untuk; Edelia #6

Edelia,
Kalau cintaku ini terlarang, 
mengapa kau bangun perasaanku menjadi semegah ini?
Kalau sayang ini terlambat, 

mengapa relung hatiku masih sedemikian mengikat bayangmu?
Sebenarnya, tak perlu kau tau seluruhku, 

hanya kau yang disematkan tuhan untuk duduk di depan singgasana kerajaan surga, 
dengan aku sebagai pendampingmu. 


Edelia,
Jangan lupa makan dan jangan tidur malam malam lagi, ya :)

*Semua puisi tentang Edelia dibuat dengan keadaan hati yang terluka



Komentar

Postingan Populer