Suara Hati Rakyat, Mahasiswa Berani.
Tidak ada yang spesial dari cara tuhan mempertemukan kamu dan aku,
Hanya saat aku bertemu denganmu, aku menemukan diriku yang hilang di dirimu.
Tidak ada yang tau perasaan apa yang terjadi pada malam hari di tanggal dua satu,
Yang aku sadari, detak jantung ku tidak punya irama di senyuman pertamamu.
Saat itu hati ini masih punya pemilik, sial, kamu sangat menarik!
Kamu tidak terlalu cantik, masih banyak yang lebih cantik dari kamu.
Kamu juga bukan yang paling pintar, tapi bukan yang terburuk juga.
Sampai pada akhirnya aku kalah, aku akui kamu tercantik dan ter pintar untuk dunia ku.
Barangkali aku berlebihan, tapi yang jelas, percakapan singkat kita, cara berkenalan kita, sangat sempurna dalam ingatan, kutaruh ingatan itu di tempat paling aman.
Masa lalu? Sudah aku lepas sejak aku jatuhkan hatiku kepadamu. Aku terjun tanpa parasut. Sudah yakin aku akan jatuh ditempat yang tepat.
Mungkin kamu akan benci aku,
aku pernah mematahkan hatimu,
yang baru sehari kamu taruh di istana,
kamu taruh hatimu diam-diam,
di senyap,
saat aku tengah asik lelap,
dengan kepastian dan hati lain,
dengan perempuan yang tidak lebih cantik dan pintar dari kamu.
Kamu boleh kutuk aku menjadi apa saja yang kamu mau.
Tapi taruhlah hatimu kembali ke istanaku,
akan aku jaga dengan segala cacat ku.
Pada akhirnya setiap pejuang akan pulang.
Aku kembali dari medan pertempuran.
Kembali kepada kamu yang sudah menunggu.
Bagiku, kita adalah hilang yang dipertemukan.Kepergian yang telah kembali.
Bagimu, aku tidak tau. Kamu tidak terlalu suka membahas hal serius soal hubungan kita.
Meski begitu, aku suka bersamamu.
Semoga kamu pun seperti itu kepadaku.
Binar binar sinar matamu bersinar, menerangkan tanpa menyilaukan.
Mau apalagi, rasa tidak bisa dibohongi lagi, aku sayang denganmu.
Sahara Maharani,
Malam ini tanganku penuh sama tinta-_-
Terimakasih untuk waktunya. Aku harus buru buru upload tulisan ini. Selamat malam, jaga dirimu baik baik. I love you<3
Hanya saat aku bertemu denganmu, aku menemukan diriku yang hilang di dirimu.
Tidak ada yang tau perasaan apa yang terjadi pada malam hari di tanggal dua satu,
Yang aku sadari, detak jantung ku tidak punya irama di senyuman pertamamu.
Saat itu hati ini masih punya pemilik, sial, kamu sangat menarik!
Kamu tidak terlalu cantik, masih banyak yang lebih cantik dari kamu.
Kamu juga bukan yang paling pintar, tapi bukan yang terburuk juga.
Sampai pada akhirnya aku kalah, aku akui kamu tercantik dan ter pintar untuk dunia ku.
Barangkali aku berlebihan, tapi yang jelas, percakapan singkat kita, cara berkenalan kita, sangat sempurna dalam ingatan, kutaruh ingatan itu di tempat paling aman.
Masa lalu? Sudah aku lepas sejak aku jatuhkan hatiku kepadamu. Aku terjun tanpa parasut. Sudah yakin aku akan jatuh ditempat yang tepat.
Mungkin kamu akan benci aku,
aku pernah mematahkan hatimu,
yang baru sehari kamu taruh di istana,
kamu taruh hatimu diam-diam,
di senyap,
saat aku tengah asik lelap,
dengan kepastian dan hati lain,
dengan perempuan yang tidak lebih cantik dan pintar dari kamu.
Kamu boleh kutuk aku menjadi apa saja yang kamu mau.
Tapi taruhlah hatimu kembali ke istanaku,
akan aku jaga dengan segala cacat ku.
Pada akhirnya setiap pejuang akan pulang.
Aku kembali dari medan pertempuran.
Kembali kepada kamu yang sudah menunggu.
Bagiku, kita adalah hilang yang dipertemukan.Kepergian yang telah kembali.
Bagimu, aku tidak tau. Kamu tidak terlalu suka membahas hal serius soal hubungan kita.
Meski begitu, aku suka bersamamu.
Semoga kamu pun seperti itu kepadaku.
Binar binar sinar matamu bersinar, menerangkan tanpa menyilaukan.
Mau apalagi, rasa tidak bisa dibohongi lagi, aku sayang denganmu.
Sahara Maharani,
Malam ini tanganku penuh sama tinta-_-
Terimakasih untuk waktunya. Aku harus buru buru upload tulisan ini. Selamat malam, jaga dirimu baik baik. I love you<3

Komentar
Posting Komentar